Ikuti Primbon Di Facebook

Watak Sifat Karakter Bayi Menurut Hari Lahir

Ramalan sifat dan watak karakter bayi ini kami ambil langsung dari kitab primbon bataljemur adammakna.dalam primbon tersebut di jelaskan,bagaimana watak dan sifat bayi ketika baru di lahirkan jika kita lihat dari hari ketika bayi tersebut di lahirkan.berikut ini kutipanya.kami tuliskan dua bahasa,yaitu jawa dan bahasa indonesia yang sudah kami terjemahkan.

Bahasa jawa.

1.akad.lakuning srengege,padang atine,suka rila samubarange marang pawong sanake,keras budine,asih marang kawulo,resikan lan pinter nucoro,bisa mrentah wong tuo.

2.Senen.Lakune rembulan,ora keno di gegampang wicarane,sebab luwih panas,kebat cukat samubarange suka rilo ing batin,demen maeang pegawe bener.

3.Slasa.Lakune geni,durjono rong perkoro,disegani wong,yen duwe sasanakan mung sedelo.sebab banjur crah,suka rela,nanging jail dahwen,panasten lan antepan.

4.Rebo.Lakune bumi.yen becik ngluwihi becike,ora kurang sandang pangan,budine meneng,yen clatu keporo ngarep,semongso gelem clatu kakudu-kudu.

5.Kemis.Lakune angin Gelap.sopo kang dadi jodone sering mati disik.akeh kang podo wedi mring wicarane.yen duwe rowang ora biso awet,ora terus ing batin,panas atine,luwih brangasan,ing lahir budine luwuh becik serta rempit,demen di ngunggung ing wong,keno di apusi yen di empuk alus,.

6.Jemuah.Lakune lintang.demen mandito lan demen mlarat,yen deduwen di jaluk sanak dulure suka rilo,demen ngupaya kepinteran,ambeke alus,suka marang pawong sanake,akeh pawong mitrane podo asih.

7..Setu.Lakuning banyu.kerep di satru wong,akeh mitrane ugo podo sirik,serta kinawedan ing wong akeh,nanging ono kayane,pinter ngupoyo sandang pangan,dol tinuku gelis payu,luwes bantel gawane,sabarang gawean kudu maratangan,enggal ketandangan.

Jika Tulisan bahasa jawa di atas kami terjemahkan dalam bahasa indonesia,kurang lebihnya sebagai berikut ini.

Bahasa Indonesia.
1.Minggu.Jalanya matahari,terang hatinya,suka iklas semua barangya terhadap saudaranya,keras kepala,saya terhadap sesama,suke kebersihan dan pandai dalam berbicara,bisa merintah orang tua.

2.Senen.Jalanya bulan. tidak bisa di pegang bicaranya,karena mudah tersinggung.iklas menerima batinnya,suka dengan pekerjaan yang benar.

3.Selasa.Jalanya api.durjana dua perkara,suka di bicarakan orang lain,kalau punya persaudaraan cuma sebentar,karena sering bertengkar,suka iklas,tetapi jahil,suka memusuhi dan ringan tanganya.

4.Rabu.Jalanya Bumi.kalau bagus melebihi bagunya,tidak kurang sandang panganya,orangnya pendiam,kalau berbicara suka menantang,orangya paling suka di ajak adu mulut.

5.Kamis.Jalanya angin dan ggelap.siapa yang jadi jodohnya sering mati duluan,banyak orang yang takut terhadap bacaranya,kalau punya uang tidak bisa menyimpan,panas hatinya,suka marah,di luar  budinya lebih bagus dan sempit,suka di sanjung orang lain,bisa di tipu jika kalau di rayu dengan halus.

6.Jumat,Jalanya Bintang.suka bertapa dan suka prihatin,kalau mempunyai barang di minta saudarnya di berikan dengan iklas,suka mencari ilmu pengetahuan,budinya halus,seneng kepada sanak saudaranya,banyak orang dan saudara banyak suka padanya.

7.Sabtu.Jalanya air.sering di musuhi orang,banyak kawanya juga senang iri,serta minder terhadap orang banyak,tetapi bisa kaya,pintar mencari rezeki,kalau berjualan apa saja pasti cepet laku,cepat dalam pekerjaanya,semua pekerjaan ingin di kerjakan sendiri dan ingin cepet selesai.

Ciri ayam bangkok Berkualitas Jika Di lihat Dari Primbon

Dalam kitab primbon Bataljemur Adammakna halaman 190 mengulas tentang candra tangguhing jago aduan.atau ciri fisik ayam jago aduan yang mempunyai kualitas unggul dan selalu menjadi juara di arena gelanggang.berikut ini kami tuliskan beberapa kriterian yang sesuai dalam primbon tersebut.akan kami tuliskan dua bahasa.yaitu bahasa jawa yang asli dari primbon tersebut dan bahasa indonesia yang sudah kami terjemahkan.

1.Jago kang raine tipis,pakulitan alus,mata pendhul,suluhan jahit,jengger dowo,gulu dowo menjalin,badan giling,brutu renggang pupu gepeng,gares ngarit,wulu gilap alus,baris kandel cekak nganggo gundala,cekelane nglempit,kluruke sandung ngnggo salahan.iku tanggung candiraras.

2.Jago kang raine lonjong,mata bunder,suluhan rapet,manike cilik,cengger kandel memel,badan dowo giling,brutu rapet,baris landung polatan,cekelane memes,kluruke melung iku tangguh mowar.

Jika bahasa jawa di atas kami terjemahkan dalam bahasa indonesia,kurang lebihnya sebagai berikut ini.

1.Jago yang mukanya tipis,kulitnya halus,mata agak keluar,jenggernya panjang,leher panjang menjalin,badan bulat,pantat agak renggang dan pupunya sedikit gepeng,tulang kaki ada garisnya,bula yang mengkilap,kalau berkokok berbunyi keras ada seraknya,itu cirinya ayam tangguh yang namanya Candiraras.

2.Jago yang mukanya lonjong,mata bundar,manik kecil,jengger tebal agak lebat,badanya panjang agak bulat,kalau di pegang enak,kalau berkokok menjerit itu juga tergolong ayam yang tangguh yang di beri nama Mowar.

Nah berikut ini kami tuliskan juga hari baik dan hari buruk jika ingin berangkat ke arena tempat aduan.dalam kitab primbon ini di jelaskan,selamat dari arti supaya tidak di gerebek polisi,dlsb.

Yen adu ing dino lan pasaran kang gunggungen neptune dino lan neptune pasaran mau ketemu 10,12,14 lan 17 nemu slamet.yen gunggunge neptu dino lan pasaran ketemu 7,8,9,11,13,15,16 lan 18 iku nemu alangan kecekel polisi.

Katerangan: Umpomo adu jago ing dino minggu legi,neptune minggu 5 lan legi 5.  5+5= 10 iku tibo becik.yen adu jago ing dino senen pahing neptune senen 4 lan pahing 9.  4+9= 13 iku tibane alangan.

Jika kalimat di atas kami terjemahkan dalam bahasa indonesia,kurang lebihnya sebagai berikut:.

Kalau adu ayam di hari dan pasaran yang jumlahnya neptunya hari dan pasaran tadi bertemu.10,12,14,dan 17 itu tandanya dapat selamat.kalau jumlahnya neptu hari dan pasaran berjumlah 7,8,9,11,13,15,16 dan 18 itu mendapat halangan kegrebek polisi.

Keterangan:Kalau pas adu ayam di hari minggu legi neptunya minggu 5 dan legi 5.  5+5= 10 itu jatuh hari baik.dan kalau adu ayam di hari senin pahing neptunya senin 4 dan pahing 9. 4+9= 13 itu jatuh pada halangan.bisa menyebabkan sial atau di grebek polisi pada saat adu ayam tersebut.

(sumber Kitab primbon bataljemur adammakna).

Sifat Karakter Kelahiran Tanggal 23-24-25-26-27-28-29-30

Berikut ini sifat karakter seseorang jika di lihat dari tanggal kelahiranya menurut kitab primbon jawa.

Tanggal 23.
Orang yang di lahirkan pada tanggal 23 memiliki sifat durhaka.pada tanggal 23 tidak ada kejadian yang berhubungan dengan tanggal tersebut.

Tanggal 24.
Orang yang di lahirkan pada tanggal 24 memiliki sifat tidak baik,nakal dan durhaka.
Kejadian yang berhubungan dengan tanggal 24 adalah allah swt menjadikan namrud dan firaun.

Tanggal 25.
Orang yang di lahirkan pada tanggal 25 memiliki sifat dermawan,suka menolong dan sabar.
Tidak ada kejadian penting yang berhubungan dengan tanggal 25 ini.

Tanggal 26.
Orang yang di lahirkan pada tanggal 26 memiliki sifat jujur,baik,menghormati orang lain dan sabar.
Kejadian yang berhubungan dengan tanggal 26 adalah allah membinasakan atau menenggelamkan firaun.

Tanggal 27.
Orang yang lahir pada tanggal 27 adalah memiliki sifat bauk,tutur kata dan perbuatanya sangat terpuji dan suka menolong.

Tanggal 28.
Orang yang di lahirkan pada tanggal 28 memiliki sifat baik,jujur,amanah dan saleh.
Tidak ada hubungan kejadian tentang tanggal 28 ini.

Tanggal 29.
Orangyang di lahirkan pada tanggal 29 memiliki sifat jelek,durhaka,suka berbohong dan tidak bertangging jawab.
Tidak ada kejadian yang berhubungan dengan tanggal 29 ini.

Tanggal 30.
Orang yang di lahirtkan pada tanggal 30 memiliki sifat yang jelek,angkuh dan miskin.
Tidak ada kejadian yang berhubungan dengan tanggal 30 ini.

Sumber kitab primbon bataljemur adammakna.
                                                                 Baca Juga.Cara mengetahui shio sendiri.


Cara Mengetahui Shio Sendiri

Bagi anda yang tertarik dengan ramalan shio,terlebih dahulu anda harus mengetahui apa shio anda melalui tanggal,bulan dan tahun ketika anda lahir.perlu diketahui,bahwa yang dipakai sebagai perhitungan adalah tahun imlek,bukan masehi.

Oleh karena itu,terdapat dua shio yang berbeda dalam satu tahun masehi.untuk lebih jelas dan detailnya,perhatikan panduan berikut.jika tahun baru imlek jatuh pada tanggal 7 februari 2008,artinya mereka yang lahir dari tanggal satu januari 2008-6 februari 2008 masih bersio babi.sedangkan yang lahir 7 februari-26 januari 2008 bershio tikus.

Gambar dibawah ini pembagian shio dan elemen bumi yang mengikutinya.



Baca Juga.Sifat Karakter tanggal kelahiran 23-24-25-26-27-28-29-30


Mencari Baik -Buruknya Hari

Dalam kehidupan masyarakat Jawa yang masih memegang budaya dan kepercayaan tradisional dikenal adanya istilah ‘hari baik’ dan ‘hari buruk’. Maksudnya, ada suatu kepercayaan bahwa hari-hari dalam kehidupan manusia mempunyai pengaruh kegaiban tertentu bagi manusia, ada yang pengaruhnya baik, ada yang pengaruhnya buruk. Ada yang pengaruhnya hanya terjadi pada hari itu saja sehingga orang akan menghindari aktivitas tertentu pada hari yang dianggap tidak baik, ada juga yang pengaruhnya bersifat jangka panjang terhadap kehidupan manusia. Ada juga dalam budaya Jawa konsep ilmu petungan (perhitungan), yang melibatkan alam pemikiran makro dan mikrokosmos, jagad gedhe dan cilik, alam semesta dan manusia. Petungan dibuat bukan berdasarkan tahayul, tetapi berdasarkan titen, yaitu mengamati dan memahami kegaiban dan perilaku alam, sehingga muncullah konsep pranata mangsa, ilmu tentang ramalan cuaca dan musim (perilaku alam), yang sehari-harinya banyak digunakan sebagai patokan hari untuk merencanakan waktu menanam padi supaya hasil panen-nya baik dan banyak, terhindar dari kekeringan / banjir, dan terhindar dari hama dan penyakit tanaman.

      Untuk suatu perbuatan yang hanya berlaku satu hari saja umumnya yang dipercaya orang untuk dihindari adalah apa yang disebut sebagai hari pantangan. Walaupun tidak banyak dijalankan, dalam melakukan suatu perbuatan yang dianggap penting masih ada orang jawa yang menyesuaikan waktu dan hari pelaksanaannya supaya tidak ada nasib buruk yang dialami. Misalnya yang akan bepergian jauh akan menghindari hari Jum'at dan Sabtu, karena hari Jum'at sifatnya panas, banyak yang rusuh, banyak masalah, banyak pertengkaran dan perselisihan, dan hari Sabtu sifatnya berat, banyak naas, nasib buruk dan musibah. Selain itu ada juga yang menghindari hari buruk yang menjadi pantangan dalam hari kelahiran mereka masing-masing (pantangan dalam hari weton kelahirannya, bisa dilihat di dalam primbon jawa).

 Kepercayaan tentang hari yang baik dan buruk lebih diutamakan dalam melakukan suatu perbuatan penting yang pengaruhnya bersifat jangka panjang. Dalam melakukannya biasanya orang jawa akan menyesuaikan waktu dan hari pelaksanaannya, ada perhitungan harinya, supaya hasilnya baik seperti yang diharapkan dan tidak ada nasib buruk di belakang hari. Misalnya, yang akan memulai hidup baru di rumah yang baru (pindah rumah), atau yang akan memulai hidup baru berkeluarga (melangsungkan pernikahan), atau memulai usaha baru seperti membuka warung / toko, mereka akan menghindari hari Jum'at dan Sabtu, karena hari Jum'at sifatnya panas, banyak yang rusuh, banyak masalah, banyak pertengkaran dan perselisihan, dan hari Sabtu sifatnya berat, banyak naas, nasib buruk dan musibah, dan mereka akan menghindari bulan Suro karena sifatnya sakral dan bernuansa gaib negatif.
             Sifat-sifat hari yang akan disebut di bawah ini bersifat tidak mutlak, karena dipengaruhi juga oleh hari pasaran (pon, pahing, wage, legi dan kliwon), jam (pagi, siang, malam), dan wukunya (mingguannya), bulannya, dsb. Tetapi Penulis tidak akan menuliskan tentang pengaruh lainnya, karena tidak memiliki pengetahuan yang cukup tentang itu. Penulis juga tidak akan membahas lebih daripada tulisan ini, misalnya tentang perjodohan, dsb. Sebagai catatan, dalam penanggalan Jawa, hari dimulai pada pukul 5 sore hari sebelumnya dan akan berakhir pada pukul 5 sore hari yang bersangkutan. Jadi, batas suatu hari adalah pk.5 sore, dan mulainya hari adalah hari sebelumnya pk.5 sore. Hari Senin dimulai pada hari sebelumnya (Minggu) pk.5 sore dan berakhir pada hari Senin tersebut pk.5 sore. Hari Senin itu pada pk.6 sore (mahgrib) sudah terhitung sebagai hari Selasa, karena sudah melewati batas hari Senin pk.5 sore. Hitungan hari menurut penanggalan jawa ini pengaruhnya tidak semata-mata secara formal ditentukan oleh hari atau tanggal di dalam penanggalan jawa, tetapi terutama ditentukan oleh suasana batin orangnya sendiri yang mengsugesti batin orang yang bersangkutan.

 Misalnya, hari seseorang memulai usaha warung / toko tidak semata-mata ditentukan oleh hari saat seseorang mengisi tokonya dengan barang-barang dagangan atau hari saat pertama orangnya membuka tokonya, tetapi lebih ditentukan oleh suasana batin kapan orang tersebut merasa mulai berdagang atau berjualan. Begitu juga dengan perkawinan, tidak semata-mata ditentukan oleh hari saat seseorang melamar, ijab kabul atau hari resepsi perkawinannya, tetapi lebih ditentukan oleh suasana batin kapan orang-orang tersebut merasa telah resmi menjadi suami-istri.
          Hari seseorang pindah rumah tidak ditentukan oleh saat seseorang memindahkan barang-barang lamanya ke rumahnya yang baru atau hari saat pertama ia tidur di rumahnya yang baru, tetapi lebih ditentukan oleh suasana batin kapan orang tersebut merasa sudah pindah ke rumahnya yang baru. Biasanya dimulai saat perlengkapan tidur sudah dipindahkan, sudah tidur di rumahnya yang baru, sudah merasa pindah ke rumah yang baru dan tidak lagi memikirkan rumah yang lama.

 Pengaruh hitungan hari menurut penanggalan jawa ini berlaku untuk orang Jawa di Jawa Tengah dan Jawa Timur dan orang Bali di pulau Bali. Untuk masa sekarang, orang Jawa yang sudah tidak tinggal di Jawa Tengah dan Jawa Timur, dan orang Bali yang sudah tidak tinggal di Bali, pengaruhnya terhadap mereka sedikit (masih berpengaruh tetapi kadarnya kecil). Tetapi bila mereka masih meyakininya di dalam hatinya, maka pengaruhnya terhadap mereka tetap besar, karena mereka meng-sugesti dirinya begitu.

Baca Juga.Cara Mengetahui Shio Sendiri.

MANFAAT LAKU TIRAKAT

Ada beberapa bentuk formal laku prihatin dan tirakat, misalnya :
1. Puasa, tidak makan dan minum atau berpantang makanan tertentu.
Jenisnya :
- Puasa Senin-Kamis, yaitu puasa tidak makan dan minum setiap
hari Senin dan Kamis.
- Puasa Weton, puasa tidak makan / minum setiap hari weton
(hari+pasaran) kelahiran seseorang.
- Puasa tidak makan apa-apa, boleh minum hanya air putih saja.
- Puasa Mutih, tidak makan apa-apa kecuali nasi putih dan air putih saja.
- Puasa Mutih Ngepel, dari pagi sampai mahgrib tidak makan dan
minum, untuk sahur dan buka puasa
hanya 1 kepal nasi dan 1 gelas air putih.
- Puasa Ngepel, dalam sehari hanya makan satu atau beberapa
kepal nasi saja.
- Puasa Ngeruh, hanya makan sayuran atau buah-buahan saja,
tidak makan daging, ikan, telur, terasi, dsb.
- Puasa Nganyep, hampir sama dengan Mutih, tetapi makanannya
lebih beragam asalkan tidak
mempunyai rasa, yaitu tidak memakai bumbu pemanis, cabai dan garam.
- Puasa Ngrowot, dilakukan dari subuh sampai maghrib. Saat
sahur dan buka puasa hanya makan buah-
buahan dan umbi-umbian yang sejenis saja, maksimal 3 buah.
- Puasa Ngebleng, tidak makan dan minum selama sehari penuh
siang dan malam, atau beberapa hari
siang dan malam tanpa putus, biasanya 1 - 3 hari.
2. Menyepi dan berdoa di dalam rumah. Tidak mendatangi tempat
keramaian dan tidak menonton hiburan.
3. Menyepi dan berdoa di makam leluhur / orang-orang linuwih, dan di
tempat-tempat yang dianggap keramat,
tidak mendatangi tempat keramaian dan tidak menonton hiburan.
4. Berziarah dan berdoa di makam leluhur / orang-orang linuwih, dan
di tempat-tempat yang dianggap keramat,
seperti di gunung, pohon / goa / bangunan yang wingit, dsb.
5. Mandi kembang telon atau kembang setaman tujuh rupa.
6. Tapa Melek, tidak tidur, biasanya 1 - 3 hari. Tidak mendatangi
tempat keramaian dan tidak menonton hiburan.
7. Tapa Melek Ngalong, biasanya 1 - 7 hari. Siang hari boleh tidur,
tetapi selama malam hari tidak tidur, tidak
mendatangi tempat keramaian dan tidak menonton hiburan.
8. Tapa Bisu dan Lelono, melakukan perjalanan berjalan kaki dan bisu
tidak bicara, dari mahgrib sampai pagi,
melakukan kunjungan ke makam leluhur / orang-orang linuwih atau
ke tempat-tempat keramat dan berdoa.
9. Tapa Pati Geni, diam di dalam suatu ruangan, tidak terkena cahaya
apapun, selama sehari atau beberapa
hari, biasanya untuk tujuan keilmuan. Ada juga yang disebut Tapa
Pendem, yaitu puasa dan berdiam di
dalam rongga di dalam tanah seperti orang yang dimakamkan,
biasanya selama 1 - 3 hari.
10.Tapa Kungkum, ritual berendam di sendang atau sungai, terutama di
pertemuan 2 sungai (tempuran sungai),
selama beberapa malam berturut-turut dan tidak boleh tertidur,
dengan posisi berdiri atau duduk bersila
di dalam air dengan kedalaman air setinggi leher atau pundak.
Laku prihatin dan tirakat nomor 1 sampai 5 adalah yang biasa dilakukan
orang Jawa dalam kehidupan sehari-hari. Sedangkan kombinasi nomor 1
sampai 10 dilakukan untuk terkabulnya suatu keinginan tertentu yang
bersifat khusus, biasanya supaya mendapatkan berkah tertentu, atau
untuk tujuan keilmuan.
Tidak hanya dalam kehidupan keseharian, laku-laku kebatinan di atas
juga seringkali dilakukan sebelum seseorang melakukan suatu kegiatan /
usaha yang dianggap penting dalam kehidupannya, seperti akan memulai
suatu usaha ekonomi, akan pergi merantau, akan melangsungkan hajatan
pernikahan, dsb. Bahkan sudah biasa bila orang-orang tua berpuasa
untuk memohonkan keberhasilan kehidupan dan usaha anak-anaknya.
Masing-masing bentuk laku prihatin dan tirakat mempunyai kegunaan dan
kegaiban sendiri-sendiri yang dapat dirasakan oleh para pelakunya, dan
mempunyai kegaiban sendiri-sendiri dalam membantu mewujudkan tujuan
laku pelakunya.
Puasa weton terkait dengan kepercayaan dan kegaiban sukma (kepercayaan
pada kebersamaan roh sedulur papat). Biasanya dilakukan untuk
terkabulnya suatu keinginan yang sifatnya penting, dan untuk menjaga
kedekatan hubungan dengan para roh sedulur papat dan restu pengayoman
dari para leluhur, supaya kuat sukmanya, selalu peka rasa dan batin,
peka firasat, hidupnya keberkahan dan lancar segala urusannya. Puasa
weton tidak bisa disamakan, digantikan atau ditukar dengan puasa
bentuk lain, karena sifat dan kegaibannya berbeda.
Sesuai ajaran kejawen, sebelum melaksanakan puasa berdoalah di luar
rumah menghadap ke timur. Begitu juga pada malam hari selama
berpuasa, berdoalah di luar rumah menghadap ke timur. Setelah selesai
berpuasa berdoa juga mengucap syukur karena telah diberi kekuatan
sehingga dapat menyelesaikan puasanya. Lebih baik lagi jika diawali
atau ditutup dengan mandi kembang untuk membersihkan diri dari
aura-aura negatif di dalam tubuh.
Untuk keperluan sehari-hari, misalnya untuk mempermudah jalan hidup,
cukup puasa weton 1 hari (1 hari 1 malam), atau puasa Senin - Kamis
saja, atau bisa juga mandi kembang saja (bisa hari apa saja sekali
sebulan).
Dalam hal menjaga supaya kehidupannya selalu 'keberkahan' dan
dijauhkan dari kesulitan-kesulitan, puasa ngebleng adalah yang
terbaik. Biasanya dilakukan selama 1 hari 1 malam pada hari weton
kelahiran seseorang.
Untuk keperluan sehari-hari untuk mempermudah jalan hidup dan mengejar
sesuatu yang diinginkan, misalnya untuk kemantapan bekerja dan
perbaikan posisi / karir, cukup puasa weton 1 hari saja secara rutin
setiap bulan. Lebih baik lagi jika disertai dengan mandi kembang untuk
membersihkan diri dari aura-aura negatif di dalam tubuh.
Dalam hal keinginan terkabulnya suatu hajat / keinginan khusus,
sesuatu yang tidak terjadi setiap hari, yang biasa dilakukan adalah
puasa ngebleng 3 hari 3 malam pada hari weton kelahiran seseorang.
Dalam hal keinginan terkabulnya suatu keinginan khusus yang disertai
nazar, yang biasa dilakukan adalah puasa ngebleng 3 hari 3 malam pada
hari weton kelahiran seseorang, dilakukan selama 7 kali (7 bulan)
berturut-turut tanpa putus dan ditutup dengan suatu ritual dan sesaji
penutup, atau acara tumpengan syukuran.
Dalam hal mencari suatu petunjuk gaib / wangsit, puasa ngebleng adalah
yang terbaik. Biasanya dilakukan selama 3 hari 3 malam tanpa putus,
hari Selasa atau Jum'at Kliwon dijepit di tengah, dan berdoa di malam
hari di tempat terbuka menghadap ke timur.
Untuk melengkapi pengetahuan tentang sifat-sifat hari, di bawah ini
ada beberapa petunjuk :
Bulan Besar atau Bulan Haji adalah bulan yang paling baik untuk semua
keperluan, untuk memulai usaha, pindah rumah atau pun perkawinan.
Bulan Maulud adalah bulan yang paling baik untuk semua keperluan yang
bersifat sakral, untuk ritual bersih diri, ruwatan nasib / sengkala,
ritual syukuran, ritual bersih desa, menjamas keris, mandi kembang,
berziarah, dsb.
Bulan Sura (Suro) adalah bulan yang paling tidak baik untuk semua
keperluan, memulai usaha, pindah rumah atau pun perkawinan. Bulan Sura
paling baik digunakan untuk upaya bersih diri dan lingkungan.
Bulan Sura umumnya diisi dengan ritual bersih diri / ruwatan,
membersihkan rumah dan pusaka, dsb.
Upaya bersih diri / ruwatan pribadi dapat dilakukan dengan cara
sederhana, yaitu dengan cara mandi kembang dan doa memohon supaya
dilapangkan / dibukakan jalan hidup dan dijauhkan dari segala macam
bentuk kesulitan. Sebaiknya juga dilengkapi dengan membersihkan rumah
dan lingkungannya, baik yang bersifat fisik maupun gaib.
Jika anda memiliki pusaka, pada bulan Sura ini terhadap pusaka itu
tidak harus dilakukan penjamasan, tapi cukup dibersihkan saja dan
diberikan sesaji dan disugestikan supaya pusakanya memberikan bantuan
yang positif dan disugestikan supaya membantu membersihkan segala
sesuatu yang bersifat negatif.
Bagi yang ingin mengadakan suatu hajat di bulan Suro, sebenarnya sih
boleh-boleh saja, terserah invidunya, tetapi secara spiritual memang
dianjurkan untuk tidak mengadakan hajat pernikahan, memulai usaha
ekonomi, pindah ke rumah baru atau hajat lain yang bersifat jangka
panjang di bulan Suro.
Pada Bulan Suro kondisi alam gaib di pulau Jawa memancarkan aura yang
tidak baik, dan dihawatirkan semua hajat yang dilakukan pada bulan
Suro akan membawa pengaruh yang tidak baik, seperti dipenuhi hawa
kebencian dan permusuhan, pertengkaran, sakit-penyakit, apes /
kesialan, dsb.
Pengaruh gaib bulan Suro hanya berlaku kepada orang Jawa di pulau Jawa
saja dan pengaruhnya itu bisa bersifat jangka panjang, karena
pengaruhnya itu akan menyatu dengan sukma manusia.

Baca Juga.Mencari Baik Buruknya Hari.


CONTOH LAKU TIRAKAT

Prihatinnya Orang Miskin Harta.
Walaupun seseorang kekurangan harta, tetapi dia tidak mengisi hidupnya
dengan kesedihan, rasa iri dan dengki dan tidak mengejar kekayaan
dengan cara tercela. Tetap hidup sederhana sesuai kebutuhannya dan
tidak menginginkan sesuatu yang bukan miliknya. Walaupun tidak dapat
memenuhi keinginan kebendaan duniawi secara berlebihan, tetapi tetap
menjalani hidup dengan rasa menerima dan bersyukur. Dan sekalipun
menolong dan membantu orang lain, tetapi dilakukan tanpa pilih kasih
dan tanpa pamrih kebendaan, dengan demikian hidupnya juga memberkahi
orang lain.
Filosofinya : makan untuk hidup, bukan hidup untuk makan (hewan). Urip
iku mung mampir ngumbe thok.
Hidup seperlunya saja sesuai kebutuhan, bukannya mengejar / menumpuk
harta atau apapun juga yang nantinya toh tidak akan dibawa mati ke
dalam kubur.

Sekalipun mereka miskin harta, tetapi kaya di hati, sugih tanpa
bandha. Berbeda dengan orang yang berjiwa miskin, yang sekalipun sudah
berkecukupan harta, tetapi selalu merasa takut miskin, dan akan
melakukan apa saja, termasuk perbuatan yang tercela, untuk terus
menambah kekayaannya.
Prihatinnya Orang Kaya Harta.
Walaupun seseorang berlebihan harta, tetapi tidak mengisi hidupnya
dengan kesombongan dan hidup bermewah-mewahan. Tetap hidup sederhana
sesuai kebutuhannya dan tidak memenuhi segala keinginan melebihi apa
yang menjadi kebutuhan.
Seseorang yang kaya berlimpah harta, memiliki banyak benda yang bagus
dan mahal harganya dan melakukan pengeluaran yang "lebih" untuk ukuran
orang biasa, bukan selalu berarti tidak menjalani laku prihatin. Namun
hidup yang bermewah-mewahan sama saja dengan hidup berlebih-lebihan
(melebihi apa yang menjadi kebutuhan), inilah yang disebut tidak
menjalani laku prihatin.
Orang kaya harta, yang selalu mengsyukuri kesejahteraannya, akan
tampak dari sikap hatinya yang selalu memberi 'lebih' kepada
orang-orang yang membutuhkan pemberiannya, bukan sekedar memberi,
walaupun perbuatannya itu tidak ada yang melihat. Dan semua
kewajibannya, duniawi maupun keagamaan, yang berhubungan dengan
hartanya akan dipenuhinya, seperti yang seharusnya, tidak ada yang
dikurangkan.

Prihatinnya Orang Kaya Ilmu.
Orang kaya ilmu, baik ilmu pengetahuan maupun ilmu spiritual, akan
menjalani laku prihatin dengan cara memanfaatkan ilmunya tidak untuk
kesombongan dan kejayaan dan kepentingan dirinya sendiri, dan tidak
untuk membodohi atau menipu orang lain, tetapi dimanfaatkan juga untuk
menolong orang lain dan membaginya kepada siapa saja yang layak
menerimanya, tanpa pamrih kehormatan atau upah.
Prihatinnya Orang Berkuasa.
Seorang penguasa hidup prihatin dengan menahan kesombongannya, menahan
hawa nafsu sok kuasa, dan tidak memanfaatkan kekuasaannya untuk
kejayaan diri sendiri dan keluarganya saja. Kekuasaan dijadikan sarana
untuk menciptakan kesejahteraan bagi para bawahan dan masyarakat yang
dipimpinnya. Kekuasaan dimanfaatkan untuk menciptakan negeri yang adil
dan makmur, gemah ripah loh jinawi, tata titi tentrem kerta raharja,
sebagaimana layaknya seorang negarawan sejati.
Seorang politikus hidup prihatin dengan tidak hanya membela
kepentingannya, kelompoknya atau golongannya sendiri, atau untuk
mencari popularitas, menggoyang pemerintahan yang ada, tetapi
digunakan untuk mendukung pemerintahan yang ada dan meluruskan
jalannya pemerintahan yang keliru, yang menyimpang, untuk kepentingan
rakyat banyak.

Seorang aparat negara, aparat keamanan atau penegak hukum, hidup
prihatin dengan melaksanakan kewajiban-kewajiban tugasnya dengan
semestinya dan tidak menyalahgunakan kewenangannya untuk menindas,
memeras, atau berpihak kepada pihak-pihak tertentu dan merugikan pihak
yang lain, mencukupkan dirinya dengan gajinya dan menambah rejeki
dengan cara-cara yang halal, tidak mencuri, tidak memeras, tidak
meminta / menerima sogokan.

Orang jawa bilang intinya kita harus selalu eling lan waspada. Selalu
ingat Tuhan. Tetapi biasanya manusia hanya mengejar kesuksesan saja,
keberhasilan, keberuntungan, dsb, tapi tidak tahu pengapesannya.
Sering dikatakan orang-orang yang selalu ingat Tuhan dan menjaga
moralitas, seringkali hidupnya banyak godaan dan banyak kesusahan.
Kalau eling ya harus tulus, jangan ada rasa sombong, jangan merasa
lebih baik atau lebih benar dibanding orang lain, jangan ada pikiran
jelek tentang orang lain, karena kalau kita bersikap begitu sama saja
kita bersikap negatif dan menumbuhkan aura negatif dalam diri kita.
Aura negatif akan menarik hal-hal yang negatif juga, sehingga
kehidupan kita juga akan banyak berisi hal-hal yang negatif. Di sisi
lain kita juga harus sadar, bahwa orang-orang yang banyak menahan
diri, membatasi perbuatan-perbuatannya, seringkali menjadi kurang
greget, kurang kreatif dan yang didapatnya juga akan lebih sedikit
dibandingkan orang-orang yang tidak menahan diri. Itulah resikonya
menahan diri. Tetapi mereka yang sadar pada kemampuan dan potensi
diri, peluang-peluang, dsb, dan dapat memanfaatkannya dengan tindakan
nyata, akan juga dapat menghasilkan banyak, tanpa harus lupa Tuhan dan
merusak moralitasnya.
Di sisi lain sering dikatakan orang-orang yang tidak ingat Tuhan atau
tidak menjaga moralitas, seringkali kelihatan hidupnya lebih enak.
Bisa terjadi begitu karena mereka tidak banyak beban, tidak banyak
menahan diri, apa saja akan dilakukan walaupun tidak baik, walaupun
tercela. Beban hidupnya lebih ringan daripada yang menahan diri.
Mereka bisa mendapatkan lebih banyak, karena mereka tidak banyak
menahan diri.

Di luar pandangan-pandangan di atas, sebenarnya, jalan kehidupan
masing-masing mahluk, termasuk manusia, sudah ada garis-garis
besarnya, sehingga bisa diramalkan oleh orang-orang tertentu yang bisa
meramal. Tinggal masing-masing manusianya saja dalam menjalani
kehidupannya, apakah akan banyak eling dan menahan diri, ataukah akan
mengumbar keduniawiannya.
Dalam tradisi jawa, laku prihatin dan tirakat adalah bentuk upaya
spiritual / kerohanian seseorang dalam bentuk keprihatinan jiwa dan
raga, ditambah dengan laku-laku tertentu, untuk tujuan mendapatkan
keberkahan dan keselamatan hidup, kesejahteraan lahiriah maupun batin,
atau juga untuk mendapatkan keberkahan tertentu, suatu ilmu tertentu,
kekayaan, kesaktian, pangkat atau kemuliaan hidup. Laku prihatin dan
tirakat ini, selain merupakan bagian dari usaha dan doa kepada Tuhan,
juga merupakan suatu 'keharusan' yang sudah menjadi tradisi, yang
diajarkan oleh para pendahulu mereka.
Ada pepatah, puasa adalah makanan jiwa. Semakin gentur laku puasa
seseorang, semakin kuat jiwanya, sukmanya.
Laku puasa yang dilakukan sebagai kebiasaan rutin akan membentuk
kebatinan manusia yang kuat untuk bisa mengatasi belenggu duniawi
lapar dan haus, mengatasi godaan hasrat dan nafsu duniawi, dan menjadi
upaya membersihkan hati dan mencari keberkahan pada jalan hidup. Akan
lebih baik bila sebelum dan selama melakukan laku tersebut selalu
berdoa niat dan tujuannya, mendekatkan hati dengan Tuhan, jangan hanya
dijadikan kebiasaan rutin saja.

Berat-ringannya suatu laku kebatinan bergantung pada kebulatan tekad
sejak awal sampai akhir. Bentuk laku yang dijalani tergantung pada
niat dan tujuannya. Diawali dengan mandi keramas / bersuci, menyajikan
sesaji sesuai yang diajarkan dan memanjatkan doa tentang niat dan
tujuannya melakukan laku tersebut dan menjauhkan diri dari
perbuatan-perbuatan jahat dan tercela. Ada juga yang melakukannya
bersama dengan laku berziarah, atau bahkan tapa brata, di
tempat-tempat yang dianggap keramat, seperti di gunung, makam leluhur
/ orang-orang linuwih, hutan / goa / bangunan yang wingit, dsb.

Baca Juga. Manfaat Laku Tirakat.


AURA BATU CINCIN

Pengaruh dan hawa aura energi batu-batu yang disebut di atas adalah
yang bersifat alami dari batunya. Seandainya batu-batu tersebut ada
berpenghuni gaib di dalamnya, mungkin kemudian hawa energi batu
tersebut akan berubah, tidak sama lagi dengan aslinya, karena adanya
pengaruh aura energi dari keberadaan sosok gaib di dalamnya.


Dalam memilih batu akik biasanya orang memilihnya berdasarkan warna
batunya, ukuran dan kilauan sinar mengkilapnya. Sebaiknya diperhatikan
juga unsur manfaat dan kecocokkan aura energi batu tersebut dengan
pemakainya. Misalnya, orang yang berpembawaan keras dan panas,
emosional dan yang keras bersikukuh dengan pemikiran dan pendapatnya,
mungkin akan lebih baik jika memakai batu yang berhawa aura lembut,
supaya lebih baik dalam hubungan sosialnya, dan orang-orang yang
karakternya kurang bersemangat, kurang mantap pendiriannya dan kurang
gigih dalam berusaha, mungkin lebih cocok memakai batu yang berhawa
aura agak panas untuk menambah semangat dan untuk menambah kekerasan
pendirian dalam mengambil keputusan.

Cara menilai kecocokkan sebuah batu dengan seseorang, yang mudah
adalah dengan meminjam pakai cincin batu milik teman, dirasakan
kecocokkannya, dirasakan apakah hawa auranya terasa nyaman. Setelah
itu mungkin bisa mencari batu cincin yang sejenis dengan cincin itu
jika dirasa cocok.
Untuk mempelajari sifat-sifat dan sisi kegaiban batu akik dan yang
bertuah dan tentang kecocokkannya dengan seseorang dapat digunakan
cara menayuh yang serupa seperti dalam tulisan : Ilmu Tayuh / Menayuh
Keris.

Seringkali orang mengkoleksi / memakai batu akik adalah bukan hanya
karena keindahan atau kecocokkannya dengan batunya, tetapi karena ada
tuah tertentu yang diharapkan dan banyak juga yang khusus meminta atau
membeli batu akik dari orang pinter atau paranormal. Jenis kegaiban
(tuah) yang sering dipercaya orang diberikan oleh batu akik adalah
tuah untuk pengasihan, penglaris dagangan, keselamatan, kekuatan tubuh
dan pukulan, dan kesehatan. Bagi pemakainya, batu-batu tersebut
dimiliki bukan hanya sebagai benda koleksi atau dipakai sebagai
pemanis, tetapi juga sebagai jimat. Kebanyakan batu akik memberikan
kegaiban biasa saja, tetapi cukup untuk mengsugesti pemakainya dalam
memakainya. Tetapi ada juga batu akik, walaupun jumlahnya sangat
sedikit, yang kegaibannya sangat tinggi, seperti anti cukur, anti
bacok / tusuk senjata tajam, dsb.

Pengertian istilah batu akik adalah jika kita memandang batu akik
sebagai sebuah batu cincin hiasan, yang tidak termasuk dalam kategori
batu permata dan mustika. Jika kita memandangnya sebagai batu yang
memberikan tuah kegaiban tertentu (karena ada sosok gaib di dalamnya),
maka jenis batu ini sering disebut sebagai batu aji.
Khodam jimat batu akik, jimat rajahan, khodam jimat isian / asma'an
dan khodam keris kamardikan bisa dari jenis apa saja, bisa dari jenis
bangsa jin, kuntilanak, gondoruwo, sukma manusia (arwah) atau pun
jenis mahluk halus lainnya. Karena itu orang-orang yang memiliki
benda-benda gaib tersebut sebaiknya berwaspada, terutama pada
perwatakan mahluk halusnya dan pengaruh negatif dari keberadaannya
(misalnya mencari tahu dengan cara yang sama seperti menayuh keris).

Bila anda mempunyai benda-benda koleksi pribadi atau ada bagian rumah
anda yang kira-kira berpenghuni gaib, sebaiknya anda oleskan sedikit
dengan minyak jafaron, sambil anda oleskan juga sedikit di jari-jari
tangan anda, supaya kalau isi gaibnya ada yang dari golongan hitam
atau yang berenergi negatif, maka mahluk halus itu akan pergi menjauh,
untuk menjauhkan resiko negatif dari keberadaannya. Jika jelas bahwa
perwatakan sosok gaib benda itu tidak baik dan ada memberikan pengaruh
negatif, maka sebaiknya segera melakukan Pembersihan Gaib (baca juga
: Sesaji Untuk Benda Gaib dan Pembersihan Gaib 2).
Secara umum, dengan kepekaan rasa, dari melihat bentuk fisik sebuah
batu akik kita bisa memperkirakan isi sosok gaib yang menghuni di
dalamnya, tetapi ini hanya berlaku untuk batu akik yang secara alami
berpenghuni gaib di dalamnya, bukan untuk batu-batu yang merupakan
jimat isian.

Ada batu-batu tertentu yang masih muda umurnya, biasanya ditandai
dengan permukaan batunya yang tidak mengkilap. Biasanya warnanya
padat, tidak bening transparan. Walaupun sesudah diasah batunya bisa
mengkilap, tetapi mengkilapnya tidak cukup bagus.
Jenis-jenis batu muda ini banyak yang di dalamnya berpenghuni gaib,
tetapi kebanyakan mahluk halus tidak betah tinggal di dalam jenis batu
muda sehingga jenis batu muda ini tidak cocok untuk dijadikan jimat
isian. Batu-batu yang masih muda ini, jika secara alami berpenghuni
gaib, biasanya isi gaibnya adalah mahluk halus kelas bawah dan yang
kekuatannya rendah. Kebanyakan isinya adalah jenis kuntilanak, bangsa
jin yang sosoknya mirip kuntilanak dan bangsa jin yang sosoknya hitam
tinggi besar. Mahluk halus yang kekuatannya lebih tinggi biasanya
tidak mau tinggal di batu-batu yang masih sangat muda, mereka lebih
suka batu yang sudah cukup tua, tapi tidak terlalu tua.

Ada batu-batu tertentu yang sudah cukup tua, tapi tidak terlalu tua,
biasanya permukaan batunya mengkilap bagus sesudah diasah. Walaupun
batunya mengkilap, tetapi ster-nya tidak kelihatan (mengkilap tapi
tidak ada ster-nya). Jenis-jenis batu (akik) ini banyak yang di
dalamnya berpenghuni gaib, dan mudah untuk menyimpan energi (jika
ingin diisi energi atau khodam tertentu).
Ada batu-batu tertentu yang sudah sangat tua umurnya, biasanya batunya
bening transparan. Jika sudah diasah batunya akan mengkilap bagus dan
banyak yang muncul garis ster-nya, ada yang ster-nya 4 garis, 5 garis,
6 garis. Jenis batu yang sangat tua seperti itu kurang bagus untuk
menyimpan energi dan tidak ada sosok gaib yang akan betah tinggal
disitu. Jika batu-batu itu secara alami berpenghuni gaib, biasanya isi
gaibnya adalah jenis bangsa jin yang sosoknya mirip kuntilanak

Jadi kalau anda menginginkan batu-batu yang tidak berpenghuni gaib
seharusnya anda memilih batu-batu tua seperti di atas, atau memilih
jenis-jenis batu permata yang batunya sudah sangat tua. Tetapi jika
menginginkan batu-batu yang berisi khodam, atau nantinya akan diisi
energi atau khodam gaib tertentu, seharusnya memilih batu-batu yang
umurnya sudah cukup tua, tetapi tidak terlalu tua dan juga tidak
terlalu muda (dikira-kira). Tetapi uraian di atas bukanlah sesuatu
yang pasti, karena untuk mengetahui dengan pasti kondisi yang
sebenarnya haruslah dengan cara diperiksa satu per satu batunya.

Bagi yang hobi mengkoleksi batu akik, mungkin bisa juga mengumpulkan
batu-batu mentahnya untuk diasah menjadi batu cincin. Bagi yang awam
dan yang belum biasa mengasah batu mentah menjadi batu cincin,
biasanya tidak mengerti jenis-jenis batu yang cocok untuk dijadikan
batu cincin. Sebagai petunjuk awal, batu-batu yang cukup tua dan dalam
kondisi basah mengkilat memantulkan sinar matahari biasanya cukup baik
untuk diasah dijadikan batu cincin.

Baca Juga.Contoh Laku Tirakat.


KEGAIBAN BATU CINCIN

Beberapa jenis batu akik dan potensi pengaruhnya sbb :
Batu Giok (giok Cina ataupun giok lokal). Batu giok ada yang
berwarna hijau, coklat dan hitam. Membuat hati bertambah tenang dan
tentram dan dapat menyerap energi negatif tubuh, sehingga tubuh dan
pikiran menjadi lebih sehat. Dibandingkan batu giok tua, batu giok
muda (yang berwarna hijau muda keputihan) lebih kuat dalam menyerap
energi negatif tubuh dan membersihkan aura wajah. Ada beberapa jenis
batu giok muda yang ketika menyerap energi negatif pemakainya, batu
itu akan berubah warnanya menjadi lebih gelap dan kusam.
Batu Biduri Bulan. Berwarna putih transparan dan akan memantulkan
warna putih kebiruan bila terkena cahaya. Membantu aura tubuh dan
wajah menjadi lebih bersih, cerah dan bersinar.

Batu Anggur. Umumnya berwarna putih transparan dan di dalamnya ada
seperti kabut putih. Menambah ketenangan hati dan pengasihan.
Batu Merah Siam. Yang berwarna merah terang dapat menambah
semangat, keceriaan dan kesegaran berpikir.
Batu Merah Siam Rose (batu siam merah keunguan atau merah jambu).
Memperkuat rasa kasih kepada orang lain.

Batu Akik Hitam. Menambah kemantapan bersikap, gagah dan
berwibawa. Yang bagus adalah yang batunya tua (mengkilap dan ster-nya
jelas terlihat).
Batu Badar.
Batu Yaman. Berwarna coklat gelap atau hitam, tetapi berwarna
kemerahan bila ditembusi sinar. Menambah kemantapan bersikap. Bagi
orang-orang yang sensitif, jenis batu yaman dan batu-batu berwarna
coklat seperti madu dapat menyebabkan pikiran berat dan cepat penat
(pikiran butek).

Batu Kecubung Asihan. Berwarna ungu. Menambah ketentraman batin
dan memancarkan aura pengasihan (membuat si pemakainya selalu dikasihi
oleh orang lain). Batu Kecubung Asihan berwarna ungu terang memberikan
pengaruh yang lebih kuat daripada Batu Kecubung Asihan berwarna ungu
gelap.

Batu Es / Kristal. Menambah ketenangan hati dan pikiran.
Batu Kalimaya. Batunya bisa berwarna apa saja dan akan memantulkan
sinar warna-warni bila terkena cahaya matahari. Menambah rasa percaya
diri. Hawa energinya agak panas.
Batu Sulaiman. Untuk ketentraman batin, menambah karisma keagunggan.
Batu Mata Kucing. Menambah keberanian dan rasa percaya diri.
Berhawa aura panas. Bagi pemakai yang tubuhnya sensitif dapat
menyebabkan panas dalam. (Hati-hati, banyak batu mata kucing masakan
dan imitasi).

Batu Zamrud. Berwarna hijau sampai hijau tua. Sejuk dan teduh di hati.
Batu Pirus. Yang bagus adalah yang berwarna biru dan gambar
uratnya berwarna emas. Menambah karisma wibawa dan kebijaksanaan
kesepuhan. Cocok untuk orang-orang tua.
Batu Aquamarine. Biru bening. Sejuk, berbelas-kasih.
Batu Ruby. Menumbuhkan dan menjaga rasa cinta.
Batu Kinyang Air. Sejuk di hati.
Batu Tapak Jalak. Untuk kekuatan badan. Mengeluarkan aura panas
yang menyebabkan pemakainya menjadi mudah marah, disegani dan dijauhi
orang (yang persilangan cincinnya tebal dan menonjol keluar).
Batu Madu. Berwarna coklat seperti madu. Bagi orang-orang yang
sensitif, jenis batu berwarna coklat seperti madu dapat menyebabkan
pikiran berat dan cepat penat (pikiran butek).

Batu Combong, yaitu batu yang mempunyai lubang yang tembus dari
atas sampai ke bagian bawah batunya. Sebagian kalangan menganggap batu
combong berkasiat untuk pengasihan dan bisa untuk pelet. Tetapi banyak
batu akik combong yang aslinya bukanlah batu combong, karena
combongnya itu adalah hasil rekayasa.

Baca Juga.Cara Mengisi Dan Aura Batu Cincin.

CARA MENGISI AKIK

Benda bertuah yang paling banyak dimiliki manusia di jawa dan
digunakan sehari-hari adalah dari jenis batu akik. Pengertian batu
akik adalah jenis-jenis batu perhiasan yang nilai kekerasannya berada
di bawah batu permata dan tidak tergolong sebagai batu permata. Di
pulau Jawa juga ada banyak jenis-jenis batu mulia, tetapi jenisnya
adalah batu lokal, dan kadarnya lebih banyak disamakan dengan kelas
batu akik, tidak disamakan dengan batu permata yang mahal harganya.
Batu-batu itu dimuliakan orang tidak seperti batu permata yang indah
dan mahal harganya, tetapi disukai karena harganya yang relatif murah,
fisik dan warnanya bagus (relatif bagi setiap orang) dan ada juga yang
dianggap memiliki suatu kegaiban / tuah tertentu bagi pemakainya yang
sebagiannya merupakan batu mustika.
Tuah yang diharapkan dari suatu batu akik adalah dapat memberikan aura
atau pengaruh positif bagi si pemakai, baik pengaruh secara fisik
maupun psikologis, seperti tuah untuk pengasihan, keselamatan,
kekuatan tubuh dan pukulan, pengobatan / kesehatan, dan ketenangan
hati. Kebanyakan batu akik memberikan kegaiban biasa saja, tetapi
cukup untuk mengsugesti pemakainya dalam memakainya. Ada juga batu
akik, walaupun jumlahnya sangat sedikit, yang kegaibannya sangat
tinggi, seperti anti cukur, anti bacok, dsb, yang sebagiannya
merupakan batu mustika. Penulis tidak akan membahas sisi kandungan
gaib dari batu akik, karena kegaibannya tidak dapat dikategorikan
secara seragam, sehingga harus dilihat batunya satu per satu.

Masing-masing batu secara alami mengandung hawa energi yang
berpengaruh pada orang pemakainya. Batu akik yang memiliki tuah tinggi
biasanya dominan berasal dari kegaiban sosok mahluk gaib di dalam batu
akik tersebut (batu tersebut ada "isinya", tidak kosong). Tetapi tidak
semua batu akik memiliki sosok gaib di dalamnya, dan yang berpenghuni
mahluk gaib di dalamnya pun tidak semuanya memberikan tuah tertentu
kepada manusia pemakainya, karena mahluk gaib tersebut mungkin saja
hanya sekedar tinggal di dalam batu tersebut, sehingga jika diinginkan
supaya sosok gaib di dalam batu itu memberikan tuah tertentu, maka
harus lebih dulu di-"aktif"-kan kegaibannya dengan laku tertentu
(misalnya dibacakan suatu amalan gaib dan diberi sesaji tertentu).

Kebanyakan tuah dari batu akik yang dinikmati oleh para pemakainya
adalah berasal dari hawa aura energi alami batunya, bukan dari
kegaiban mahluk halus di dalamnya.
Dalam memilih batu akik, biasanya pemilihan warna merupakan faktor
utama. Batunya sendiri adalah sebagai sarana menyimpan / menyalurkan
energi / aura yang kekuatannya sebagai penyimpan / penyalur energi
itu antara satu batu akik dengan batu akik lainnya berbeda-beda
tergantung pada masing-masing jenis batunya, keaslian batunya,
warnanya, bentuknya, ukuran besar-kecilnya, cara memakainya, dsb.

Selain sisi gaibnya, masing-masing batu secara alami memiliki energi /
aura sendiri-sendiri yang pengaruhnya akan dirasakan sebagai positif
atau negatif tergantung pada kecocokkan si pemakai. Seseorang yang
fisiknya atau psikologisnya sangat sensitif, biasanya akan dapat
langsung merasakan pengaruh dari batu cincin yang dipakainya, entah
pengaruhnya baik ataupun tidak baik bagi dirinya. Pengaruh baik atau
tidak baik yang dirasakan setiap orang tidak sama, tergantung
kecocokkannya dengan batunya, sehingga pengaruh dari sebuah batu yang
sama akan dirasakan berbeda oleh setiap orang, tergantung
kecocokkannya masing-masing dengan batu tersebut.

Baca Juga.Tingkat Kegaiban Batu Cincin.

SESAJI UNTUK KERIS

Keris-keris jenis ini biasanya dipergunakan di dalam acara
ruwatan,
sedekah desa, bersih desa, atau acara pembersihan /
pemberkatan
pembukaan lahan baru untuk bertani atau untuk tempat
tinggal, sebagai
sarana memindahkan mahluk-mahluk halus yang berwatak
jelek dan
mengganggu manusia. Setelah pembacaan doa dan sesaji,
mahluk-mahluk
halus itu dipindahkan ke dalam keris-keris sajen tersebut dan
kemudian
dilarung di sungai yang airnya mengalir. Pada ritual-ritual
yang
dilakukan secara pribadi, biasanya keris sajen dilarung dengan
cara
dikubur di dalam tanah dan di atasnya ditanam sebuah pohon
sebagai
tanda lokasi menguburnya.
Bertahun-tahun kemudian, atau pada masa sekarang,pi
kadangkala ada orang
menemukan keris sajen di sungai atau di bawah pohon atau
terselip di
antara batang pohon. Tetapi, janganlah anda memiliki dan
memelihara
jenis keris sajen ini, walaupun jenis keris ini sekarang banyak
juga
diperjual-belikan, karena mungkin berisi mahluk-mahluk gaib
yang
dulunya menjadi pengganggu manusia.
Dalam sejarah keris, memang tidak semua keris membawa
pengaruh positif
bagi pemiliknya, bahkan ada di antaranya yang justru
membawa petaka
bagi pemiliknya. Efek buruk dari sebuah keris baru muncul
ketika keris
tersebut tidak cocok dengan pemiliknya atau ada perbuatan si
pemilik
keris yang si keris tidak berkenan. Namun sejarah juga
menunjukkan
bahwa para pemimpin, pejuang, dan orang-orang sukses
terdahulu yang
dalam kehidupannya dekat dengan pusaka, kesuksesan-
kesuksesan yang
diraihnya selalu diiringi oleh pusaka-pusaka yang tepat.

Kecocokkan sebuah keris dengan pemiliknya antara lain juga
tergantung
pada kecocokkan tuah keris dengan status / pekerjaan si
pemilik
(aktivitasnya sehari-hari). Misalnya, keris bertuah kesaktian,
kekuasaan dan wibawa lebih cocok dimiliki oleh pejabat di
pemerintahan
atau swasta, perwira polisi atau tentara. Jenis ini kurang
cocok untuk
yang pekerjaannya petani atau pedagang. Keris bertuah untuk
rejeki

lebih cocok dimiliki oleh seorang petani atau pedagang (yang
memiliki
sumber pendapatan sendiri, bukan dari gaji / upah). Jenis ini
kurang
cocok untuk yang pekerjaannya polisi atau tentara. Dengan
kata lain,
kecocokkan sebuah keris dengan pemiliknya selain tergantung
pada
kecocokkannya dengan karakter kepribadian orangnya, juga
kecocokkannya
dengan aktivitas keseharian si pemilik.
Keris yang cocok dengan pemiliknya akan memberikan
pengaruh yang
positif. Ketika dipakai bersosialisasi akan mendekatkan
banyak orang
kepadanya dan meneduhkan hati orang-orang yang
memusuhinya. Keris juga
akan membantu dalam kegiatan usaha / ekonomi, membantu
kesehatan dan
ketentraman keluarga.

Pada jaman sekarang banyak keris yang hawa aura mistisnya
sudah redup,
sudah dingin / adem / anyeb, seperti keris kosong tak
berpenghuni
gaib. Hawa auranya sudah menurun karena terpengaruh
perkembangan
jaman dimana pengaruh keberadaan keris sudah mulai
diabaikan, tetapi
kekuatan aura keris-keris tersebut akan terasa kembali ketika
sudah
menyatu dengan seorang pemilik yang sesuai.
Pada jaman dulu banyak keris yang dibuat berhawa aura
panas dan angker
untuk menaikkan wibawa keris dan pemakainya. Tetapi pada
jaman
sekarang sebaiknya dihindari memelihara keris yang berhawa
aura panas.
Ketika kita sedang sehat atau masih berusia muda, aura
panasnya akan
menambah wibawa dan semangat psikologis kita, tetapi juga
mempengaruhi
temperamen, menyebabkan mudah emosi. Namun ketika
kondisi tubuh kita
sedang lemah, atau karena kondisi usia yang sudah tua, kita
akan
menjadi mudah sakit-sakitan karena tubuh kita tidak dapat
mengimbangi
aura panasnya. Aura panas keris juga dapat berpengaruh
pada anggota
keluarga yang tubuhnya atau psikologisnya sensitif, dan dapat
juga
membuat suasana rumah menjadi tidak nyaman, memudahkan
terjadinya
pertengkaran.
Agar tuah pusaka yang kita miliki dapat mengantarkan kita
pada
kebaikan yang kita inginkan, maka hal yang paling penting
untuk kita
lakukan adalah :
1. Mencocokkan kepribadian pusaka kita dengan kepribadian
kita.
2. Mencocokkan tuah pusaka kita dengan jalan kehidupan /
penghidupan kita.
3. Mencocokkan tuntutan pemeliharaan keris dengan
kedekatan hati dan
ketelatenan kita.
Keris-keris yang tidak sejalan dengan kita sebaiknya jangan
kita
paksakan untuk tetap bersama kita, karena sudah pasti
tuahnya tidak
akan kita dapatkan dan nantinya kita dan keluarga malah
akan menjadi
terbebani dengan keberadaannya. Dengan upaya demikian
diharapkan
keris-keris yang kita miliki hanyalah keris-keris pembawa
kebaikan dan
keberuntungan saja, bukan sebaliknya, pembawa kesialan.

Baca Juga.Cara Mengisi Batu Akik.

KERIS SAKTI

pada saat pembuatannya, tuah keris dibuat berdasarkan pertimbangan
yang bersifat pribadi, sehingga tuah keris yang dipesan oleh seorang
raja, bupati dan adipati, atau keluarga raja, dan penguasa dan pejabat
pemerintahan selalu mengenai kesaktian, wibawa kekuasaan dan
kepemimpinan. Tuah keris untuk para pedagang selalu berkisar pada
kejayaan berdagang. Tuah keris untuk rakyat biasa kebanyakan berkisar
pada kerejekian, keselamatan, ketentraman keluarga, keberkahan hidup,
dsb.
Sebagai benda pribadi, keris dibuat secara khusus agar memiliki tuah
yang sesuai dengan kepribadian dan kehidupan pemiliknya, sehingga
kekuatan tuah keris dapat secara maksimal mendukung aktivitas
keseharian dan upaya pemiliknya dalam mencapai keinginan atau
cita-citanya.
Tuah keris yang paling dasar adalah untuk kesaktian. Semua keris,
apapun jenis kerisnya dan jenis tuahnya, mengandung unsur kesaktian
dan kekuatan gaib di dalamnya.
Walaupun tuah utama sebuah keris adalah untuk kerejekian, ketika
sedang digunakan untuk berkelahi, keris itu akan berfungsi sebagai
keris kesaktian, menjadi senjata tarung, menjadi senjata tusuk dan
sabet untuk bertarung, berkelahi, dan kekuatan gaibnya berfungsi untuk
menembus kekebalan atau perisai gaib lawannya.

Walaupun tuah utamanya adalah untuk kerejekian, tetapi kekuatan
gaibnya tetap jauh lebih tinggi dibandingkan kesaktian jimat-jimat
yang biasa dipakai untuk kekebalan, seperti mustika wesi kuning, rante
babi, mustika merah delima ataupun jimat rajahan dan jimat-jimat kebal
isian. Jika benar-benar sedang digunakan bertarung / berkelahi,
kegaibannya juga akan menambah keberanian, semangat tempur, kecepatan
gerak dan kekuatan badan untuk berkelahi dan menambah kekuatan
keilmuan kesaktian manusia pemiliknya.
Walaupun tuah utamanya adalah untuk kerejekian, kekuatan gaibnya juga
bisa diminta untuk memberikan pagaran gaib atau perlindungan gaib
untuk si pemilik keris dan keluarganya.
Tuah dasar lainnya adalah untuk perlindungan gaib bagi si pemilik
keris dari serangan gaib atau kejahatan. Jadi, selain tuah utamanya
yang untuk kesaktian, kekuasaan atau rejeki, keris juga memberikan
tuah perlindungan gaib dan kekuatan gaibnya juga bisa diminta untuk
memberikan pagaran gaib atau perlindungan gaib untuk si pemilik keris
dan keluarganya.

Dengan demikian bila ada orang yang mengatakan bahwa keris anda adalah
sebuah keris yang bertuah untuk kekuasaan, kewibawaan, atau rejeki,
sebenarnya terkandung juga di dalamnya tuah untuk kesaktian dan
perlindungan gaib, walaupun tuah itu mungkin tidak terasa dominan.
Pada jaman sekarang kehidupan sudah diwarnai dengan peralatan listrik
dan elektronik. Lampu-lampu listrik, jalanan lebar dan sarana
transportasi bermesin dapat ditemukan dimana-mana. Penegakan hukum
sudah dilakukan oleh aparat-aparat negara. Orang berkelahi pun
urusannya akan sampai kepada kepolisian, apalagi mengancam atau
berkelahi menggunakan senjata tajam. Kehidupan manusia juga sudah
agamis, menjauhkan kehidupan manusia dari hal-hal gaib dan yang berbau
klenik. Keris juga tergolong sebagai senjata tajam yang tidak boleh
dengan bebas dikenakan atau dibawa-bawa ke tempat umum. Karena itu
pada jaman sekarang keris tidak lagi menjadi senjata dan pusaka yang
diinginkan orang.
Tetapi kehidupan jaman dulu tidak sama dengan kehidupan jaman
sekarang. Jaman dulu belum ada lampu- lampu listrik dan alat-alat
elektronik. Ketika malam datang, penerangan hanya berupa obor dan
lampu-lampu api kecil. Kegelapan terasa dominan. Apalagi di lingkungan
tempat tinggal manusia masih banyak pohon-pohon besar dan lebat,
gunung, bukit, hutan dan tanaman-tanaman liar yang lebat,
tempat-tempat yang nyaman untuk tempat tinggal mahluk halus dan juga
nyaman untuk dijadikan sarang penyamun. Tempat-tempat angker dan
wingit ada dimana-mana. Interaksi mahluk halus dengan manusia sudah
biasa terjadi. Ilmu-ilmu kesaktian dan perdukunan adalah sesuatu yang
umum.

Itulah sebabnya keris-keris buatan para empu memberikan tuah dasar
berupa kesaktian dan perlindungan dari serangan mahluk gaib dan akan
memberikan peringatan agar waspada bila akan ada kejadian musibah atau
kejahatan. Keris menjadi alat pelindung yang dibutuhkan dalam
kehidupan sehari-hari manusia.
Pada jaman itu seorang empu keris adalah juga seorang spiritualis dan
pemuka agama / rohaniwan yang seringkali juga diminta untuk memimpin
suatu ritual keagamaan dan kerohanian (baca : Keris dan Empu Keris).
Karena itu sebuah keris yang diterima dari seorang empu keris akan
sangat dihargai dan juga 'dikeramatkan', lebih daripada sekedar jimat
dan senjata, karena berisi doa-doa keselamatan dan kesejahteran dari
seorang spiritualis dan pemuka agama untuk si pemilik keris.

Dengan demikian, lebih daripada sekedar sebuah senjata, keris juga
secara psikologis menjadi lambang kerohanian dan kedekatan hati dengan
Tuhan. Karena itulah sang pemilik keris akan benar-benar menjaga dan
memelihara kerisnya, bahkan akan 'mengeramatkan'-nya, lebih daripada
sekedar senjata atau pun jimat. Sesuai agama manusia pada masa itu,
keris menjadi sarana kedekatan hati dengan Tuhan dan juga menjadi
sarana pemujaan kepada Tuhan. Karena itu seorang pemilik keris akan
selalu menjaga kelurusan hati, tekun beribadah, menjaga moral dan budi
pekerti dan sikap ksatria. Orang jawa yang mengerti kawruh kejawen
memahami bahwa keris adalah bersifat sakral, bukan klenik. Itu juga
sebabnya orang-orang yang bergerak dalam dunia kejahatan, yang menjadi
penyamun, perampok, dsb, orang-orang golongan hitam, biasanya akan
menggunakan senjata jenis lain, bukan keris.
Pada jaman dulu aparat keamanan pun jauh dari jangkauan masyarakat,
karena hanya ada di pusat-pusat kerajaan, kadipaten atau kabupaten.

Biasanya masyarakat melakukan upaya swadaya, hukum ditegakkan sesuai
aturan umum yang berlaku di masyarakat setempat, hukum adat. Tetapi
upaya masyarakat itu menjadi tidak berarti ketika ada pihak-pihak
tertentu yang memiliki kekuatan yang besar, kesaktian yang tinggi,
memiliki anggota yang banyak, yang melakukan kejahatan atau
penindasan.
Juga sudah umum bila terjadi suatu pertengkaran akan selalu berujung
pada perkelahian dan pertarungan yang seringkali berujung pada
tewasnya seseorang. Karena itu pada jaman dulu ajaran budi pekerti dan
wejangan leluhur selalu ditekankan dalam kehidupan sehari-hari untuk
membentuk akhlak manusia yang baik dan menjauhkan manusia dari
perbuatan-perbuatan jahat. Kontras sekali dengan jaman sekarang yang

kehidupan manusianya sudah sangat agamis, tetapi ajaran agamis itu
juga yang seringkali dijadikan alat pembenaran untuk menindas,
menganiaya dan membunuh manusia lain.
Karena keberadaan aparat keamanan jauh dari jangkauan masyarakat, maka
pada jaman dulu ajaran budi pekerti dan wejangan leluhur selalu
ditekankan dalam kehidupan sehari-hari. Ajaran-ajaran budi luhur itu
pula yang membentuk manusia menjadi berwatak ksatria, maka bila
seseorang memiliki kemampuan ilmu bela diri atau kesaktian kanuragan,
diharapkan kesaktian itu tidak disalahgunakan untuk kesombongan dan
kejahatan, tetapi akan memunculkan ksatria-ksatria yang menggunakan
kesaktiannya untuk membela kebenaran dan menolong orang-orang yang
tertindas. Dengan demikian keksatriaan dan kesaktian kanuragan adalah
sesuatu hal yang penting untuk membela diri dan untuk menolong orang
lain, dan keris-keris buatan para empu itu juga selalu mengandung tuah
gaib untuk menunjang keksatriaan dan kesaktian, untuk disatukan dengan

kebatinan pemakainya, walaupun tuah itu juga tidak selalu dominan.
Secara umum keris-keris dibuat dengan tujuan mendampingi manusia
pemiliknya, tuahnya dan kekuatan gaibnya disesuaikan dengan si manusia
calon pemiliknya. Keris-keris dengan tuah kesaktian awalnya dibuat
untuk tujuan mendampingi pemiliknya yang berilmu kesaktian kanuragan
dan kebatinan. Sosok gaibnya akan menyatu dengan kebatinan orang
tersebut. Keris-keris jenis ini ada yang berkekuatan tinggi, ada juga
yang biasa saja. Tetapi sekalipun kekuatan / kesaktian gaibnya rendah,
setelah sosok gaibnya menyatu dengan manusia pemiliknya, akan
menjadikan kesaktian kebatinan manusia itu menjadi meningkat
berlipat-lipat dan sosok gaib keris itu akan mengikuti sugesti
kebatinan pemiliknya. Tetapi jika keris ini dimiliki oleh orang-orang
yang tidak menekuni kesaktian / kebatinan, biasanya sosok gaib
kerisnya akan pasif, hanya menunggu untuk diperintah secara khusus.
Dalam penyatuannya (pendampingan) kepada si manusia pemiliknya ada
sosok gaib keris yang tampak berdiri mendampingi tuannya, tetapi ada
juga yang tetap berdiam di dalam kerisnya. Masing-masing mempunyai
cara pendampingan sendiri-sendiri.

Keris-keris dibuat tidak ditujukan untuk adu kekuatan gaib, walaupun
kekuatan gaibnya bisa juga untuk adu kekuatan gaib (misalnya untuk
pembersihan gaib). Secara umum tujuan keris-keris dibuat dimaksudkan
dengan cara pendampingannya masing-masing keris-keris itu akan
memberikan tuahnya kepada si manusia, dan untuk hasil kerja yang
maksimal dalam pendampingan itu dibutuhkan adanya penyatuan kebatinan
si manusia dengan kerisnya (ada interaksi batin).
Sifat kejiwaan keris sama seperti manusia yang memomong dan menjaga
anaknya. Bila si manusia peka rasa, bisa mendengarkan bisikan kerisnya
yang berupa ide dan ilham dan firasat (dan mimpi), maka orang itu akan
dituntun kepada jalan yang mengantarkannya sukses sesuai jenis tuah
kerisnya dan menjauhkannya dari kesulitan dan bahaya. Sifat kejiwaan
yang seperti itu tidak kita dapatkan dari benda-benda gaib lain.

Umumnya orang-orang jawa jaman dulu peka rasa dan batin, sehingga akan
mudah penyatuan kebatinannya dengan keris-kerisnya. Itulah juga
sebabnya orang-orang jawa jaman dulu, yang peka rasa, lebih memilih
keris daripada benda-benda gaib lain.
Seorang empu keris yang mendarma-baktikan hidupnya dalam jalur
perkerisan, bukan hanya melayani kalangan atas, tetapi juga mengayomi
masyarakat bawah. Sebagai seorang spiritualis dan pemuka agama
kadangkala seorang empu keris diminta untuk memimpin suatu ritual
keagamaan dan kerohanian, bukan hanya yang bersifat kenegaraan, tetapi
juga untuk masyarakat umum, seperti acara ruwatan, sedekah desa,
ritual bersih desa, syukuran sesudah panen, dsb. Keris-keris yang
dibuatnya juga bukan hanya yang bersifat pesanan khusus, tetapi juga
keris-keris yang dibuat masal untuk rakyat kebanyakan.

Untuk keperluan ritual keagamaan / kerohanian ada jenis keris khusus
yang disebut keris sajen. Biasanya bentuk garapannya sederhana tidak
seperti keris-keris pada umumnya. Ukurannya kecil dan panjangnya hanya
sejengkal tangan atau lebih sedikit. Ganja-nya menyatu dengan badan
kerisnya (ganja iras). Gagangnya juga dari besi, bukan kayu, biasanya
berbentuk kepala dan wajah manusia atau kepala dan wajah mahluk halus
yang menyeramkan.

Baca Juga. Alat Dan Bahan Sesaji Untuk Keris.

KEGAIBAN TUAH KERIS

Keris sengaja dibuat oleh empunya dengan kegaiban di dalamnya, dibuat
khusus sesuai karakteristik kehidupan si pemesan, seperti untuk
perlindungan / keselamatan, kesaktian, kekuasaan, kepangkatan dan
wibawa, atau rejeki (dagang / tani). Dengan demikian kegaiban itu
merupakan ciri / karakteristik khusus dari sebuah keris. Kegaiban
inilah yang membedakan keris dengan benda-benda dan senjata jenis
lain.
Kegaiban atau Tuah Keris, diakui atau tidak, selain karena bentuk
kerisnya yang unik, adalah sesuatu yang diharapkan oleh si pemilik
keris dan menjadi pendorong mereka untuk memiliki / menyimpan keris.
Kekuatan gaib dan tuah masing-masing keris bervariasi tergantung pada
kekuatan gaib keris di dalamnya, ada tidaknya kegaiban / wahyu pada
diri pemiliknya dan kesempurnaan penyatuan kebatinan antara kerisnya
dengan si pemilik.
Secara teknis kasat mata, pemerhati keris biasanya menilai jenis tuah
sebuah keris dengan memperhatikan bentuk keris (dapur keris) dan
gambar pamor keris (corak / motif berwarna abu keputihan atau gambar
lain pada badan keris). Itu adalah cara yang umum dilakukan orang pada
jaman sekarang.
Cara ini didasari pada pendapat bahwa pada umumnya keris dibuat dengan
mengikuti pakem / aturan dasar yang berlaku, walaupun pada saat keris
itu dibuat, ada saja keris yang tidak sesuai dengan pakem pembuatan
keris pada jamannya. Itu terjadi pada beberapa keris yang mempunyai
bentuk dapur atau pamor yang berbeda dan dianggap baru pada jamannya.
Namun pada masa sekarang, para pemerhati keris sudah mengerti
variasinya dan bisa mempelajari polanya.
          Pengetahuan tentang dapur dan
pamor keris bisa dipelajari dari membaca buku-buku tentang keris yang
banyak dijual di toko-toko buku atau membaca tulisannya di internet.
Walaupun cara yang umum untuk menilai / mengetahui tuah keris
dilakukan dengan teknik seperti tersebut di atas, namun hasil
penilaian mereka tentang tuah dari suatu keris seringkali tidak
sejalan antara pendapat seseorang dengan seorang yang lain dan tidak
selalu sejalan dengan kegaiban tuah keris itu sendiri. Apalagi,
menurut penilaian Penulis, seringkali gambar pamor keris yang muncul
tidak direncanakan terlebih dahulu oleh sang empu, sehingga tidak
dapat dijadikan patokan dalam menilai tuah sebuah keris, kecuali
gambar pamor susulan, yang disisipkan atau ditatah pada badan atau
ganja keris, yang sengaja dibuat oleh sang empu setelah logam kerisnya
selesai ditempa.

Pembuatan keris bervariasi dari satu empu ke empu lainnya, tetapi
terdapat proses yang mirip, yaitu bilah besi sebagai bahan dasar keris
dipanaskan hingga berpijar, lalu ditempa berulang-ulang untuk membuang
kotoran logam. Setelah bersih dan matang, bilah besi dilipat seperti
huruf U untuk disisipkan bahan pamor di dalamnya. Selanjutnya lipatan
itu kembali dipanaskan dan ditempa berulang-ulang. Demikianlah logam
itu dipanaskan, dilipat dan ditempa kembali berulang-ulang, sehingga
gambar pamor yang muncul dari proses penempaan logam keris seringkali
terjadi dengan sendirinya diluar rencana sang empu.
Kami tidak banyak memiliki pengetahuan teknis mengenai masing-masing
nama dapur dan pamor keris, sehingga tulisan ini tidak ditujukan untuk
membahas itu.

Pada jaman sekarang pun banyak dibuat keris-keris baru yang bentuk
dapur dan pamornya seringkali tidak sesuai dengan pakem keris yang
berlaku. Keris-keris itu adalah hasil kreasi seni perkerisan pada
jaman sekarang yang sering disebut sebagai keris kamardikan, keris
jaman kemerdekaan. Tulisan ini juga tidak membahas tentang keris-keris
baru tersebut.
           
 Mengenai bentuk-bentuk fisik keris, bentuk dapur dan pamor keris, dsb,
sebenarnya Penulis tidak banyak mendalaminya, karena seringkali bentuk
fisik keris itu bukanlah asli kreasi sang empu keris, kebanyakan
adalah bentuk pesanan dari si calon pemilik keris, sehingga seringkali
bentuk fisik kerisnya tidak sejalan dengan perwatakan asli gaib
kerisnya, walaupun tidak banyak manusia yang menyadarinya (baca juga
tulisan berjudul Keris Lurus dan Keris Luk). Karena itu seringkali
Penulis terpaksa harus melihat dulu satu per satu keris-keris tersebut
untuk lebih dapat mengetahui sisi kegaiban dan perwatakan kerisnya.
Lagipula kondisi kegaiban dan tuah sebuah keris pada masa sekarang
mungkin tidak lagi sama persis seperti ketika pertama keris itu
dibuat.

Secara umum, keris-keris dengan dapur dan pamor yang sama memang sifat
tuahnya sejenis, karena para empu pembuatnya juga mengikuti norma
pakem / keseragaman kebatinan perkerisan. Tetapi selain tuahnya, ada
sisi lain yang juga harus diperhatikan, yaitu karakter gaib keris.
Walaupun keris-keris yang bentuk dapur dan pamornya sejenis biasanya
bentuk tuahnya juga sejenis, tetapi karakter gaibnya tidak persis
sama, misalnya pada keris-keris yang bentuk dapur dan pamornya sama,
ada yang karakter energinya halus, ada juga yang tajam, ada yang hawa
auranya halus dan teduh, ada juga yang keras dan panas, sehingga
keris-keris yang sejenis dapur dan pamornya itu pengaruhnya pada
setiap orang tidak selalu sama.
               
Contohnya adalah keris-keris yang karakternya keras dan sifat
energinya tajam, biasanya sangat baik untuk kesaktian dan penjagaan
gaib, tetapi sifat energi tajamnya itu berlawanan dengan urusan
kerejekian. Begitu juga dengan yang karakternya keras dan panas,
biasanya cukup baik untuk fungsi kewibawaan dan kekuasaan. Kalau
pemilik keris-keris itu seorang bos besar / pemilik usaha / kepala
kantor, mungkin tidak masalah. Tapi kalau pemiliknya seorang pedagang,
petani atau karyawan biasa, bisa jadi masalah.

Keris-keris yang berkarakter keras dan panas juga dapat menjadi
masalah lain bagi pemiliknya. Ketika masih berusia muda, penyatuan
karakter keris yang keras dan panas akan menambah semangat dan
kekerasan watak, tetapi ketika sudah berusia tua, seseorang akan mudah
sakit-sakitan karena kondisi fisiknya tidak dapat mengimbangi energi
panas kerisnya, kecuali ia memiliki kekuatan kebatinan yang tinggi
yang bisa mengimbangi panas aura energi kerisnya. Aura panas keris
juga dapat berpengaruh pada anggota keluarga yang tubuhnya atau
psikologisnya sensitif, dan dapat juga membuat suasana rumah menjadi
tidak nyaman, memudahkan terjadinya pertengkaran.

Tuah dari masing-masing keris mungkin bisa diketahui dari bentuk dapur
dan pamor keris, karena masing-masing empu keris juga mengikuti pakem
kebatinan perkerisan yang seragam, tetapi tentang karakter gaib keris
lebih banyak diketahui dengan rasa, secara kebatinan, tidak ditentukan
oleh fisik keris. Menayuh dengan model ayunan / pendulum cukup baik
untuk menanyakan tentang sifat karakter gaib keris dan pengaruhnya
pada pemiliknya.

Baca Juga.Beberapa Tipe Keris sakti dan cara perawatanya.

WUJUD BANGSA BUTO

Kebanyakan wujud bangsa buto berupa raksasa tinggi besar dengan rambut
keriting gimbal awut-awutan, berhidung bulat dan besar, dan bertaring
melengkung (seperti wujud buto dalam pewayangan). Tingginya bisa
mencapai 30 meter. Namun ada juga buto yang wujudnya seperti raksasa
kerdil (seperti patung dwarapala), tinggi badannya hanya sekitar 2
meter.
Bangsa buto ada yang hidup sendiri, ada juga yang hidup berkomunitas,
ada juga yang membentuk kerajaan buto. Umumnya komunitas bangsa buto
hanya berisi bangsa buto, tidak ada anggotanya yang dari jenis mahluk
halus lain.
Banyak mahluk halus yang wujudnya raksasa tinggi besar, tetapi tidak
semua mahluk halus bertubuh raksasa adalah buto. Kebanyakan mereka
adalah dari golongan bangsa jin. Bangsa buto adalah jenis tersendiri.
Dari sisi perwatakannya, bangsa buto adalah termasuk mahluk yang
berintelijensi rendah dan lebih banyak menggunakan insting / naluri
dan emosinya dalam bertindak. Kebanyakan dari mereka bertindak adigang
- adigung atau petentengan, sok sakti, sok kuasa. Ibaratnya, mereka
akan lebih dulu bertindak, urusan lain belakangan. Dengan sesama Buto,
mereka memiliki tata aturan, tetapi tidak peduli aturan terhadap
mahluk halus lain yang kesaktiannya lebih rendah. Mereka, tanpa banyak
pertimbangan atau peringatan, akan menghajar siapa saja yang dianggap
mengganggu atau menghalangi jalan mereka.
Bangsa Buto termasuk jenis gaib berdimensi tinggi. Sulit untuk dilihat
dengan mata, termasuk oleh orang- orang yang mampu melihat gaib.
Bahkan para mahluk halus sendiri pun jarang ada yang bisa melihat
Buto. Para Dewa sulit untuk dilihat, bangsa buto lebih sulit lagi
untuk dilihat. Biasanya mereka-lah yang menunjukkan dirinya kepada
manusia, barulah manusia dapat melihat mereka.
Walaupun bangsa buto sulit sekali untuk dilihat, biasanya keberadaan
energinya dapat dirasakan. Para mahluk halus, walaupun tidak dapat
melihat Buto, akan secepatnya menyingkir menyelamatkan diri bila
merasakan adanya buto dari kehadiran energinya, karena energinya
sangat kuat bertekanan dan penuh dengan sifat kekerasan
adigang-adigung sok kuasa.

Secara energinya, bangsa buto termasuk jenis gaib yang berenergi
negatif terhadap manusia, juga terhadap mahluk halus lain. Bila kita
dapat merasakan keberadaan energinya, kita akan merasakan bahwa energi
bangsa buto terasa padat bertekanan, berbeda dengan energi mahluk
halus lain, apalagi dibandingkan energi bangsa dewa yang halus sekali
tak terasa. Secara umum tekanan energinya dapat dirasakan dalam radius
50 meter, tetapi secara keseluruhan kehadiran energi bangsa buto bisa
dirasakan sampai jarak 100 meter.

Dari sisi kekuatan dan kesaktiannya, bangsa buto memiliki kemampuan
untuk melipat-gandakan kekuatannya sampai menjadi 5 kali lipat keadaan
normalnya. Dan total kekuatan yang mereka miliki bisa mencapai 600
sampai 1000 kali lipat kekuatan gaib Ibu Ratu Kidul atau 3 kali lipat
kekuatan triwikrama rata-rata Dewa. Tidak banyak mahluk halus yang
mampu menandingi mereka. Dewa-dewa pun tak berdaya jika mereka datang
menyerang. Tetapi para Pandawa, yang merupakan sukma manusia, memiliki
kekuatan yang bahkan melebihi kekuatan Buto.

Tokoh bangsa buto yang terkenal adalah Prabu Rahwana, yang kisahnya
ada dalam pewayangan dalam cerita Ramayana. Pada akhir cerita
dikisahkan Rahwana tewas di tangan Prabu Rama. Tetapi itu hanyalah
cerita. Yang sesungguhnya terjadi adalah Rahwana memang kalah oleh
Prabu Rama, tetapi dia tidak mati. Dia hanya terluka hingga sekarat,
dilemahkan dan sampai sekarang 'dipenjara' dengan dihimpit / ditindih
sebuah bukit energi yang membuatnya tak berdaya.

Baca Juga.Kegaiban Tuah Keris.

PRIMBON REZEKI

Masalah Hari untuk mencari Sandang Pangan*
1. Bila hari Jum'at Kliwon, maka sandang berada di barat , pangan di
selatan, sakit berada di selatan
2. Bila hari Sabtu Legi, maka sandang berada di selatan , pangan dan
sakit di barat, pati berada di Timur
3. Bila hari Ahad Pahing, maka sandang berada di timur , pangan di
barat, sakit berada di selatan dan timur, pati berada di utara
4. Bila hari Senen Pon, maka sandang berada di utaras , pangan di
selatan, sakit berada di timur dan pati di barat
5. Bila hari Selasa Wage, maka sandang berada di selatan , pangan di
utara, sakit berada di timur, pati berada di barat
6. Bila hari Rabu Kliwon, maka sandang berada di utara , pangan di
timur, sakit berada di barat dan pati di selatan
7. Bila hari Kamis Legi, maka sandang berada di timur , pangan di barat,
sakit berada di selatan dan pati di utara
8. Bila hari Jum'at Pahing, maka sandang berada di barat , pangan di
barat, sakit dan pati berada di selatan
9. Bila hari Sabtu Pon, maka sandang berada di selatan , pangan di
timur, sakit berada di barat dan pati di utara
10. Bila hari Ahad Wage, maka sandang berada di timur , pangan di barat,
sakit berada di selatan, dan pati di utara
11. Bila hari Senen Kliwon, maka sandang berada di selatan , pangan di
timur, sakit berada di barat dan pati di utara
12. Bila hari Selasa Legi, maka sandang berada di utara , pangan di
selatan, sakit berada di timur dan pati di utara
13. Bila hari Rabu Pahing, maka sandang berada di utara , pangan di
barat, sakit berada di timur dan pati di selatan
14. Bila hari Kamis Pon, maka sandang berada di timur , pangan di barat,
sakit berada di selatan dan pati di utara
15. Bila hari Jum'at Wage, maka sandang berada di barat , pangan di
selatan, sakit berada di utara dan pati di timur
16. Bila hari Sabtu kliwon, maka sandang berada di selatan , pangan di
barat, sakit berada di timur dan pati di utara
17. Bila hari Ahad Legi, maka sandang berada di timur , pangan dan sakit
berada di utara dan pati di selatan
18. Bila hari Senen Pahing, maka sandang berada di selatan , pangan di
utara, sakit berada di timur dan pati di utara
19. Bila hari Selasa Pon, maka sandang berada di timur , pangan di
barat, pati berada di utara
20. Bila hari Rabu Wage, maka sandang berada di utara , pangan di barat,
sakit berada di timur dan pati di barat
21. Bila hari kamis Kliwon, maka sandang berada di timur , pangan di
selatan, sakit berada di barat dan pati di utara
22. Bila hari Jum'at Legi, maka sandang dan pangan di barat, sakit
berada di selatan dan pati di utara
23. Bila hari Sabtu Pahing, maka sandang berada di selatan , pangan di
utara, sakit berada di timur dan pati barat
24. Bila hari Ahad Pon, maka sandang berada di timur , pangan di barat,
sakit berada di selatan dan pati utara
25. Bila hari Senen Wage, maka sandang berada di selatan , pangan di
utara, sakit berada di timur dan pati barat
26. Bila hari Selasa Kliwon, maka sandang berada di selatan , pangan di
timur, sakit berada di barat dan pati di utara
27. Bila hari Rabu Legi, maka sandang berada di utara , pangan di
selatan, sakit berada di barat dan pati di timur
28. Bila hari Kamis Pahing, maka sandang berada di timur , pangan di
barat, sakit berada di selatan dan pati di utara
29. Bila hari Jum'at Pon, maka sandang berada di barat , pangan di
barat, sakit berada di selatan dan pati di utara
30. Bila hari Sabtu Wage, maka sandang berada dan pangan di selatan,
sakit berada di timur dan pati di barat
31. Bila hari Ahad Kliwon, maka sandang berada di timur , pangan di
barat, sakit berada di selatan dan pati di utara
32. Bila hari Senen Legi, maka sandang berada di selatan , pangan di
utara, sakit berada di timur dan pati barat
33. Bila hari Selasa Pahing, maka sandang berada di selatan , pangan di
utara, sakit berada di barat dan pati di timur
34. Bila hari Rabu Pon, maka sandang berada di utara , pangan di barat,
sakit berada di selatan dan pati di utara
35. Bila hari kamis Wage, maka sandang berada di timur , pangan di
barat, sakit berada di selatan dan pati di utara

Baca Juga.Wujud dan kesaktian bangsa Buto.

CONTOH PUASA KEJAWEN

CONTOH PUASA KEJAWEN
1. Mutih Dalam puasa mutih ini seseorang
tdk boleh makan apa-apa kecuali hanya
nasi putih dan air putih saja. Nasi putihnya
pun tdk boleh ditambah apa-apa lagi
(seperti gula, garam dll.) jadi betul-betul
hanya nasi putih dan air puih saja.
Sebelum melakukan puasa mutih ini,
biasanya seorang pelaku puasa harus
mandi keramas dulu sebelumnya dan
membaca mantra ini : "niat ingsun mutih,
mutihaken awak kang reged, putih kaya
bocah mentas lahirdipun ijabahi gusti
allah."

2. Ngeruh Dalam melakoni puasa ini
seseorang hanya boleh memakan
sayuran / buah-buahan saja. Tidak
diperbolehkan makan daging, ikan, telur
dsb.

3. Ngebleng Puasa Ngebleng adalah
menghentikan segala aktifitas normal
sehari-hari. Seseorang yang melakoni
puasa Ngebleng tidak boleh makan,
minum, keluar dari rumah/kamar, atau
melakukan aktifitas seksual. Waktu tidur-
pun harus dikurangi. Biasanya seseorang
yang melakukan puasa Ngebleng tidak
boleh keluar dari kamarnya selama sehari
semalam (24 jam). Pada saat menjelang
malam hari tidak boleh ada satu lampu
atau cahaya-pun yang menerangi kamar
tersebut. Kamarnya harus gelap gulita
tanpa ada cahaya sedikitpun. Dalam
melakoni puasa ini diperbolehkan keluar
kamar hanya untuk buang air saja.

4. Pati geni Puasa Patigeni hampir sama dengan
puasa Ngebleng. Perbedaanya ialah tidak
boleh keluar kamar dengan alasan apapun,
tidak boleh tidur sama sekali. Biasanya
puasa ini dilakukan sehari semalam, ada
juga yang melakukannya 3 hari, 7 hari dst.
Jika seseorang yang melakukan puasa
Patigeni ingin buang air maka, harus
dilakukan didalam kamar (dengan memakai
pispot atau yang lainnya). Ini adalah
mantra puasa patigeni : "niat ingsun
patigeni, amateni hawa panas ing badan
ingsun, amateni genine napsu angkara
murka krana Allah taala".

5. Ngelowong Puasa ini lebih mudah dibanding puasa-
puasa diatas Seseorang yang melakoni
puasa Ngelowong dilarang makan dan
minum dalam kurun waktu tertentu.
Hanya diperbolehkan tidur 3 jam saja
(dalam 24 jam). Diperbolehkan keluar
rumah.

6. Ngrowot Puasa ini adalah puasa
yang lengkap dilakukan dari subuh sampai
maghrib. Saat sahur seseorang yang
melakukan puasa Ngrowot ini hanya boleh
makan buah- buahan itu saja!
Diperbolehkan untuk memakan buah lebih
dari satu tetapi hanya boleh satu jenis yang
sama, misalnya pisang 3 buah saja. Dalam
puasa ini diperbolehkan untuk tidur.

7.Nganyep Puasa ini adalah puasa yang
hanya memperbolehkan memakan yang
tidak ada rasanya. Hampir sama dengan
Mutih , perbedaanya makanannya lebih
beragam asal dengan ketentuan tidak
mempunyai rasa.

8. Ngidang Hanya diperbolehkan memakan dedaunan saja,
dan air putih saja. Selain daripada itu tidak
diperbolehkan.

9. Ngepel Ngepel berarti satu kepal penuh. Puasa ini mengharuskan
seseorang untuk memakan dalam sehari
satu kepal nasi saja. Terkadang
diperbolehkan sampai dua atau tiga kepal
nasi sehari.

10. Ngasrep Hanya diperbolehkan makan dan minum yang
tidak ada rasanya, minumnya hanya
diperbolehkan 3 kali saja sehari.

11. Senin- kamis Puasa ini dilakukan hanya pada hari
senin dan kamis saja seperti namanya.
Puasa ini identik dengan agama islam.
Karena memang Rasulullah SAW
menganjurkannya.

12. Wungon Puasa ini adalah puasa pamungkas, tidak boleh
makan, minum dan tidur selama 24 jam.

13. Tapa Jejeg Tidak duduk selama 12 jam

14. Lelono Melakukan perjalanan (jalan kaki)
dari jam 12 malam sampai jam 3 subuh
(waktu ini dipergunakan sebagai waktu
instropeksi diri).

15. Kungkum Kungkum merupakan tapa yang sangat unik. Banyak
para pelaku spiritual merasakan sensasi
yang dahsyat dalam melakukan tapa ini.
Tatacara tapa Kungkum adalah sebagai
beikut : a) Masuk kedalam air dengan tanpa
pakaian selembar-pun dengan posisi
bersila (duduk) didalam air dengan
kedalaman air se tinggi leher. b) Biasanya
dilakukan dipertemuan dua buah sungai c)
Menghadap melawan arus air d) Memilih
tempat yang baik, arus tidak terlalu deras
dan tidak terlalu banyak lumpur didasar
sungai e) Lingkungan harus sepi, usahakan
tidak ada seorang manusiapun disana f)
Dilaksanakan mulai jam 12 malam
(terkadang boleh dari jam 10 keatas) dan
dilakukan lebih dari tiga jam (walau ada
juga yang memperbolehkan pengikutnya
kungkum hanya 15 menit). g) Tidak boleh
tertidur selama Kungkum h) Tidak boleh
banyak bergerak i) Sebelum masuk ke
sungai disarankan untuk melakukan ritual
pembersihan (mandi dulu) j) Pada saat
akan masuk air baca mantra ini : " Putih-
putih mripatku Sayidina Kilir, Ireng- ireng
mripatku Sunan Kali Jaga, Telenging
mripatku Kanjeng Nabi Muhammad." k)
Pada saat masuk air, mata harus tertutup
dan tangan disilangkan di dada l) Nafas
teratur m) Kungkum dilakukan selama 7
malam biasanya

16. Ngalong Tapa ini juga begitu unik. Tapa ini dilakuakn dengan
posisi tubuh kepala dibawah dan kaki diatas
(sungsang). Pada tahap tertentu tapa ini
dilakukan dengan kaki yang menggantung
di dahan pohon dan posisi kepala di bawah
(seperti kalong/kelelawar). Pada saat
menggantung dilarang banyak bergerak.
Secara fisik bagi yang melakoni tapa ini
melatih keteraturan nafas. Biasanya puasa
ini dibarengi dengan puasa Ngrowot.

17.Ngeluwang Tapa Ngeluwang adalah tapa
paling menakutkan bagi orang-orang
awam dan membutuhkan keberanian yang
sangat besar. Tapa Ngeluwang disebut-
sebut sebagai cara untuk mendapatkan
daya penglihatan gaib dan menghilangkan
sesuatu. Tapa Ngeluwang adalah tapa
dengan dikubur di suatu pekuburan atau
tempat yang sangat sepi. Setelah
seseorang selesai dari tapa ini, biasanya
keluar dari kubur maka akan melihat hal-hal
yang mengerikan (seperti arwah
gentayangan, jin dlsb). Sebelum masuk
kekubur, disarankan baca mantra ini : " Niat
ingsun Ngelowong, anutupi badan kang
bolong siro mara siro mati, kang ganggu
maang jiwa insun, lebur kaya dene banyu
krana Allah Ta'ala."

Baca Juga.Primbon arah dan sumber rezeki.

SOSOK GAIB KERIS

SOSOK GAIB KERIS
Masing-masing sosok wujud mahluk halus melambangkan karakter
kepribadian sendiri-sendiri. Mengenai
itu Penulis sudah menuliskannya dalam tulisan berjudul Hakekat Wujud
dan Watak Mahluk Halus.
Sejalan dengan tulisan di atas karakter gaib keris dan sifat dasar
tuah keris juga dipengaruhi oleh masing-
masing karakter sosok gaib keris di dalamnya yang sedikit / banyak
sifat-sifat itu akan berpengaruh
terhadap si manusia pemilik keris.

Misalnya :
Sosok ular naga, berarti watak dan perilakunya seperti naga, berwibawa
dan berkuasa.
Sosok ular naga ini biasanya menjadi khodam kewibawaan, kekuasaan dan
penjagaan gaib. Hawa aura
yang ditimbulkannya biasanya menjadikan si manusia pemilik keris
kelihatan berwibawa dan berkuasa dan
akan menjauhkan manusia atau mahluk halus yang bersifat / bertendensi negatif.
Sosok gaib keris jenis ini biasanya tetap berdiam di dalam kerisnya,
tidak menjadi khodam pendamping.
Sosok ular naga jawa (badan dan kepalanya seperti ular naga, tetapi
tidak berkaki), berarti watak dan
perilakunya seperti perpaduan ular dan naga, galak ( / ganas) dan berkuasa.

Sosok ular naga ini biasanya menjadi khodam kekuasaan dan penjagaan
gaib. Hawa aura yang
ditimbulkannya biasanya menyebabkan manusianya kelihatan berkuasa, ada
juga yang berhawa
menakutkan dan akan menjauhkan manusia atau mahluk halus yang bersifat
/ bertendensi negatif. Tetapi
banyak jenis khodam ini yang energinya panas dan tajam. Sosok gaib
keris jenis ini biasanya tetap
berdiam di dalam kerisnya, tidak menjadi khodam pendamping.
Sosok seperti manusia, berarti watak dan perilakunya seperti manusia,
bisa diajak bertukar pikiran.
Sosok seperti manusia laki-laki ksatria berbadan tinggi dan besar,
biasanya watak dan perilakunya bersifat
seperti seorang manusia laki-laki yang berbadan tinggi dan besar, yang
menonjolkan kekuatan, kesaktian
dan kewibawaan, dan siap setiap saat untuk bertarung. Biasanya hawa
auranya teduh, tidak panas. Sosok
seperti ini juga bersifat idealis, yang akan menonjolkan kekuatan,

kekerasan dan kewibawaan untuk
memaksakan idealisnya pada perilaku berbudi pekerti dan tidak sombong,
yang sebagian akan sama
dengan perilaku Keris Tindih . Kebanyakan sosok gaib keris yang
seperti ini ada pada keris-keris yang
dulu dibuat di Jawa Tengah. Sosok gaib keris jenis ini biasanya tetap
berdiam di dalam kerisnya, tidak
menjadi khodam pendamping.

Penulis ada menemui beberapa fenomena unik pada keris-keris jawa
dengan isi gaib di atas, yaitu yang
semula isi gaibnya adalah seperti manusia laki-laki tinggi besar,
suatu saat kemudian sosok itu berubah
menjadi sosok bapak-bapak berjubah setelah istrinya datang bergabung
tinggal di dalam kerisnya. Dengan
demikian keris tersebut isi gaibnya berubah sosoknya, tidak lagi
seperti sesosok manusia laki-laki
berbadan tinggi besar, tapi sudah berubah menjadi sepasang suami istri
bapak-bapak berjubah dan ibu-
ibu jawa (memakai kain kemben).
Penulis juga pernah mendapati keris yang semula isi gaibnya bersosok
manusia laki-laki tinggi besar,
kemudian berubah rupa menjadi bapak-bapak atau kakek-kakek berjubah,
atau kadang-kadang isi gaibnya
berganti-ganti rupa, yaitu suatu saat sosoknya laki-laki tinggi besar,
di saat yang lain sosoknya adalah
bapak-bapak atau kakek-kakek berjubah. Perubahan wujud itu terjadi
mengikuti kondisi psikologis si

khodam kerisnya. Jika kondisinya merasa idealis seperti sifat karakter
disebut di atas, maka sosok
rupanya adalah laki-laki tinggi besar, tetapi jika dirinya merasa
sepuh, atau si pemilik kerisnya
menonjolkan sifat kesepuhan, atau menjalani keilmuan kebatinan /
spiritual yang bersifat kesepuhan, maka
isi gaibnya akan mengambil wujud seperti bapak-bapak atau kakek-kakek berjubah.
Sosok seperti bapak-bapak berjubah, kakek-kakek berjubah, seorang
panembahan atau seperti pertapa,
berarti watak dan perilakunya seperti manusia bapak-bapak sepuh.
Apapun jenis tuah yang mereka
berikan biasanya mengandung hawa kewibawaan seorang bapak-bapak yang
bersifat mengayomi. Sosok-
sosok tersebut juga melambangkan bahwa mereka mempunyai kearifan dalam
hal kebatinan dan spiritual
dan bisa mengajarkan / menuntun / mengilhami manusia si pemilik keris
dalam bidang keilmuan kesaktian
atau kebatinan / spiritual.

Sosok yang berjubah itu juga menunjukkan karakter sebagai sosok yang
akan siap sedia setiap saat untuk
menggunakan kekuatan dan kesaktiannya untuk bertarung, jika diperlukan.
Sosok-sosok gaib keris jenis ini, jika sudah merasa cocok dengan
pemiliknya, sebagian besar akan menjadi
khodam pendamping si manusia pemilik keris, hanya sebagian kecil saja
yang tetap berdiam di dalam
kerisnya.

Sosok seperti ibu-ibu jawa dan nenek-nenek memakai kain kemben,
berarti watak dan perilakunya seperti
manusia ibu-ibu, galak dan berwibawa seperti orang tua ibu-ibu sepuh.
Sebagian besar bersifat
mengayomi. Apapun jenis tuah yang mereka berikan biasanya mengandung
hawa kewibawaan seorang
ibu-ibu yang galak dan berwibawa yang mempengaruhi orang-orang di
sekitarnya untuk tidak bersikap
merendahkan dan menjauhkan orang-orang yang berniat jahat / curang.
Tetapi hawa aura ibu-ibu itu juga
akan memberikan suasana yang menarik orang untuk datang berkumpul
(membantu hubungan sosial /
pergaulan dan kerejekian).

Sosok-sosok gaib keris jenis ini, jika sudah merasa cocok dengan
pemiliknya, sebagian besar akan menjadi
khodam pendamping si manusia pemilik keris, hanya sebagian kecil saja
yang tetap berdiam di dalam
kerisnya.
Keris Keningratan.
Keris Keningratan ada yang mengandung sifat dasar kewibawaan, ada juga
yang mengandung sifat dasar
pengasihan, tergantung sifat dasar karakter khodam kerisnya
masing-masing apakah bersifat kerejekian
ataukah kewibawaan. Sesuai istilahnya sebagai keris keningratan,
apapun jenis tuah utamanya, keris-keris
itu akan menjadikan pemiliknya tampak elegan, memiliki karisma
tersendiri yang berbeda dengan orang
lain. Tapi sesuai juga dengan sebutannya sebagai keris keningratan,
keris-keris itu akan menyatukan
dirinya dan memberikan tuahnya hanya kepada pemiliknya yang mempunyai
garis keturunan keningratan.

Baca Juga.contoh-contoh Puasa kejawen yang benar.

Ada kesalahan di dalam gadget ini