Nama Lengkap Kamu :
Hobi Kamu :
Tanggal Lahir Kamu :
RAMALAN JODOH

Cari Zodiak Anda

Bulan Lahir Tanggal Lahir

PRIMBON BAYI

Selamatan kandungan merupakan upaya untuk menjaga dan memelihara

pertumbuhan janin dalam dalam kandungan, mulai dari satu bulan hingga

sembilan bulan. Cara yang dianggap praktis dan dapat dimengerti oleh

semua orang, yang pada waktu itu sebagian besar masih buta huruf,

adalah dengan membuat ubarampe sesaji.

Kandungan usia satu bulan ubarampenya adalah :

Bubur sungsum, yaitu bubur putih dari tepung beras diberi juruh dari

gula kelapa merah. Bubur putih adalah simbol air dan juruh merah

adalah simbol darah. Janin dalam kandungan pada usia satu bulan masih

berupa air dan darah.

Kandungan usia dua bulan ubarampenya adalah :

Tumpeng Megana, yaitu nasi putih yang dibentuk kerucut, dililiti

kacang panjang dari bawah melingkar-lingkar sampai atas dan di atasnya

diberi bawang merah dan cabai merah panjang. Nasi kerucut yang

dinamakan tumpeng tersebut. dikelilingi aneka sayuran yang sudah

direbus ; bayam, kobis, kecambah, wortel dan buncis, serta lauk-pauk;

tempe, teri, telur, dan bumbu gudangan yang dibuat dari parutan kelapa

diberi bumbu dapur dan dikukus. Bumbu dan lauk-pauk tersebut cukup

diletakan di atas sayuran dibeberapa tempat, tidak dicampur.

Makna Tumpeng Megana: Megana dari kata gana atau gatra yang artinya

wujud. Seperti janin yang ada dalam kandungan, dari yang belum ada

menjadi ada, dari yang belum berujud menjadi berujud. Rangkaian

Tumpeng Megana yang dikelilingi sayuran, bumbu dan lauk-paulnya

merupakan manifestasi dari pengadukan samodra dalam upaya mencari

tirta amerta atau air hidup abadi. Dikarenakan Tirta Amerta berada

didasar samodra, maka untuk mengambilnya laut perlu diaduk agar Tirta

Amerta naik ke permukaan. Yang dipakai mengaduk adalah gunung Mandara

atau ada yang menyebut Gunung Meru, digambarkan nasi putih dibentuk

kerucut. Bawang merah dan cabai merah panjang menggambarkan api yang

keluar dari kawah gunung Mandara. Kacang panjang menggambarkan Dewa

Naga Basuki yang sedang melilit dan memutar gunung untuk mengaduk

samodra. Aneka sayuran, lauk pauk dan bumbu gudangan adalah isi bawah

laut. Tumpeng Megana menyimbolkan proses awal pengadukan. Kondisi isi

laut belum teraduk dan tercampur, yang digambarkan antara aneka

sayuran, lauk pauk dan bumbu gudangan masih sendiri-sendiri. Karena

masih awal pengadukan tirta amerta belum di dapatkan.

Bubur merah (bubur beras yang diberi gula jawa)

Bubur putih (bubur beras yang diberi santan)

Kombinasi bubur merah dan bubur putih. Posisi bubur merah dan putih

dapat ditumpangkan atau dijajarkan.

jenang baro-baro: yaitu bubur putih diberi parutan kelapa dan rautan

gula merah (gula jawa)

Pipis kenthel yaitu tepung beras diberi garam dan santan diberi rautan

gula jawa, dibungkus daun pisan terus di kukus.

Ubarampe no. 2 sampai dengan no. 6, bahan utama yang dipakai adalah

dua macam, yaitu tepung beras yang berwarna putih dan gula Jawa yang

warnannya merah. Warna putih sebagai simbolisasi benihnya Bapak yaitu

sperma, dalam bahasa jawa kuno disebut Sukra. Warna merah sebagai

simbolisasi dari sel telur Ibu, dalam bahasa Jawa kuno disebut

swanita. Bersatunya benihnya Bapak dengan benihnya ibu digambarkan

dengan bubur kombinasi merah dan putih, akan menumbuhkan ciptaan baru,

digambarkan dengan parutan kelapan dan rautan gula jawa pada jenang

Baro-baro, yang ujudnya seperti jentik-jentik kehidupan.

Aneka macam jajan pasar menggambarkan aneka warna kehidupan di dunia ini.

Kandungan usia tiga bulan; selamatannya sama seperti waktu kandungan

berusia dua bulan

Kandungan usia empat bulan, selamatannya:

sega punar yaitu nasi diberi kunir sehingga warnanya kuning dan diberi

asem. Lauknya daging kerbau dan aneka macam jerohan dan bagian mata

dan sambal goreng,

apem tepung beras diberi gula jawa dan ragi 3. aneka ketupat : kupat

sinta, kupat luwar, kupat sida lungguh dan kupat jago.

Sega punar atau nasi kuning melambangkan tirta amerta atau air

kehidupan abadi. Oleh karena hidup abadi, sega punar juga dimaksudkan

sebagai tolak balak, atau menghindarkan dari aneka macam bahaya yang

akan mengancam keselamatan. Apem yang dibuat dari tepung beras warna

putih dan gulajawa warna merah adalah menggambarkan benihnya Bapak dan

Ibu. Kupat yang dibuat dari nasi dibungkus janur, menggambarkan

bersatunya antara badan raga (nasi) dan Nur cahaya Illahi atau Roh

Tuhan (janur atau daun kelapa muda)

Kandungan usia lima bulan selamatannya:

nasi dan sayuran

Uler-uleran yang dibuat dari tepung beras dikukus, dibentuk seperti

uler atau ulat dengan diberi pewarna makanan merah hijau kuning dan

hitam.

Ketan mancawarna yaitu beras ketan dibentuk bulatan-bulatan sebanyak

lima buah, yang masing-masing diberi warna berbeda putih, hitam,

merah, kuning dan hijau. Uler-uleran dan ketan yang diberi warna lima

macam merupakan simbolisasi dari sedulur papat lima pancer. Keempat

saudara tersebut adalah: Aluamah warnanya hitam, Amarah warnanya

merah, Supiyah warnanya kuning dan mudmainah warnanya putih. Dan

pancer yaitu diri pribadi warnanya dapat hijau atau orange, atau ungu,

biru, karena tiap pribadi manusia berbeda-beda.

Selamatan lima bulan ini biasanya sudah memberi tahu kepada para

kerabat dan saudara untuk memohon doa restu keselamatan serta

menghaturkan makanan yang ditempatkan pada takir ponthang yang dibuat

dari daun pisang dirangkapi janur kuning dengan lima macam jarum.

Takir tersebut dilambari dengan tebok atau baki dari belabak atau dari

tanah liat. Isi takir adalah nasih putih dan sega punar atau nasi

kuning serta lauknya

Kandungan usia enam bulan, selamatannya:

Apem kocor atau srabi, dibuat dari tepung beras diberi santan dan

dicolok ragi. Memakannya dibarengi dengan juruh Gula Jawa. Maknanya:

srabi putih benihnya Bapak dan juruh merah adalah benihnya Ibu.

Kandungan usia tujuh bulan disebut Tingkep. Selamatannya paling

lengkap. Mulai dari selamatan satu bulan sampai selamatan sembilan

bulan. Untuk tingkepan ini akan diuraikan tersendiri.

Kandungan usia delapan bulan selamatannaya:

Srabi dan klepon menggambarkan telur bulus atau penyu yang sudah mau menetas

Kandungan usia sembilan bulan selamatannya:

jenang procot, yang dibuat dari bubur beras diberi gula dan santan,

jika sudah setengah matang diberi pisang kapok utuh yang sudah

dikupas. Setelah matang di tempatkan pada takir. Maknanya mengharapkan

agar bayi yang dikandung lahir dengan mudah, (mak procot)

Jika sudah sampai usia kelahiran yaitu sembilan bulan sepuluh hari,

diselamati dengan dawet plencing. Menjual dawet untuk anak-anak,

uangnya dari kreweng, wingka atau cuwilan gerabah. Dinamakan plencing

karena setelah diminum habis terus si bocah plencing lari meninggalkan

tempat tersebut. Maknanya agar si bayi 'plencing' segera meninggalkan

rahim Ibu. Dawet dibuat dari santan putih, menggambarkan Sperma atau

Sukra benihnya Bapak. Juruh gula merah menggambarkan sel telur atau

swanita, benihnya Ibu. Cendol bentuknya seperti jentik-jentik

kehidupan. Makna pengadaan dawet adalah, ketika benihnya bapak sudah

dicampur dengan benihnya Ibu (santan dan juruh) maka akan membentuk

jentik-jentik kehidupan (cendol).

PRIMBON BAYI Rating: 4.5 Diposkan Oleh: kitab primbon

0 komentar:

Posting Komentar

Komentar Yang Tidak sesuai kebijakan,sara,spam dan link Promosi tidak akan Di tampilkan Dan akan Langsung Di hapus

Ikuti Primbon Di Facebook