Nama Lengkap Kamu :
Hobi Kamu :
Tanggal Lahir Kamu :
RAMALAN JODOH

Cari Zodiak Anda

Bulan Lahir Tanggal Lahir

KEPEKAAN RASA BATIN

Menyepi.

Pengertian menyepi ini bukan berarti anda harus pergi menyepi ke
tempat-tempat sepi di gunung, dsb. Cukup anda luangkan waktu untuk
berdiam diri, di rumah, di kantor atau di manapun anda berada, untuk
merasakan suasana batin anda (lebih baik bila dilakukan di tempat
terbuka pada malam hari). Biarkan ilham mengalir dalam pikiran anda.
Perhatikan, mungkin akan ada ide-ide tertentu atau jawaban-jawaban
dari masalah anda yang tidak terpikirkan sebelumnya (secara sederhana
proses ini mirip seperti orang melamun / merenung).

Menyepi ini juga bisa anda lakukan di tempat yang ramai. Artinya anda
belajar menemukan suasana sepi (hening) di dalam keramaian tanpa harus
pergi keluar dari keramaian. Tujuan dari menyepi ini adalah untuk
membiasakan diri menciptakan suasana hening di dalam rasa dan pikiran,
sebagai dasar untuk peka rasa dan batin, untuk memperhatikan munculnya
ide / ilham, dsb, yang mengalir dari batin anda sendiri.

2. Peka suasana batin.

Belajar peka terhadap bisikan-bisikan hati dan nurani, firasat, dsb.
Jangan mengabaikan bisikan hati dan firasat, tetapi juga jangan
mengada-ada, jangan ber-ilusi. Peka terhadap ilham yang mengalir di
dalam pikiran dan rasa. Kalau bisa, carilah sumbernya darimana ilham
itu berasal.

Cara ini bermanfaat untuk "mendengarkan" mengalirnya ide dan ilham,
yang dapat bermanfaat untuk membantu pemecahan masalah-masalah yang
sedang dihadapi, atau informasi tentang kondisi keluarga anda, dsb,
yang sebelumnya anda tidak tahu atau tidak terpikirkan.

3. Peka suasana alam.

Belajar peka terhadap suasana alam di manapun anda berada. Cobalah
sesekali pergi ke tempat yang wingit atau angker. Rasakan suasana
kegaiban di tempat tersebut. Bila merasakan keberadaan sesuatu roh
halus atau energi gaib, dengan getaran rasa di dada atau dengan
merasakan getaran di telapak tangan, cobalah tentukan dimana posisinya
berada. Kalau bisa, coba rasakan / bayangkan seperti apa sosok
wujudnya.

Bila anda sudah dapat merasakan suasana alam di suatu tempat, mungkin
anda juga akan dapat merasakan bila ada sesuatu yang mengancam, dimana
pun anda berada, misalnya ada mahluk halus atau binatang berbahaya,
ada orang jahat yang sedang mengincar anda, dsb, akan menambah
kebijaksanaan anda untuk bersikap hati-hati tidak sembrono di
tempat-tempat yang "sensitif", atau anda juga dapat merasakan sesuatu
kejadian yang akan terjadi di suatu tempat (misalnya di rumah anda,
mungkin anda akan bisa merasakan bahwa akan ada anggota keluarga yang
akan mengalami musibah, akan ada kebakaran, dsb).


Ke 3 cara di atas dapat diterapkan bukan hanya di tempat sepi, tetapi
juga di tempat ramai, di manapun anda berada, tanpa harus banyak
membuang ongkos, tenaga dan waktu. Bila anda sudah terbiasa melakukan
ke 3 cara di atas, berarti anda sudah melakukan olah rasa dan
dasar-dasar kebatinan. Belajarlah untuk menerapkannya dalam kehidupan
sehari-hari anda dalam berbagai bidang. Rasa / feeling / intuisi anda
akan lebih tajam, dapat mengira-ira hasil (berhasil atau tidak) dari
sesuatu yang anda lakukan, atau merasakan sesuatu kejadian (baik atau
buruk) yang akan terjadi, dan akan lebih mudah mendapatkan ide-ide /
ilham atas jawaban permasalahan yang sedang anda hadapi.

Dalam semua proses meditasi dan perenungan usahakan supaya tidak
mengedepankan pikiran. Biarkan ide / ilham / bisikan gaib mengalir
sampai lengkap, jangan bereaksi dengan berpikir yang dapat menyebabkan
aliran ide / ilham itu terputus.


Dalam kehidupan manusia sehari-hari, apalagi dalam kehidupan modern
ini, rasa dan firasat seringkali diabaikan. Namun bila seseorang
memperhatikan rasa dan firasatnya, dia sendiri yang akan mendapatkan
manfaatnya. Rasa dan firasat seringkali muncul berupa perlambang rasa.
Misalnya, seseorang yang akan bepergian ke luar kota, karena merasa
tidak enak hati kemudian membatalkan keberangkatannya. Ternyata
kemudian dia mendapat berita bahwa kendaraan yang seharusnya
ditumpanginya mengalami kecelakaan. Untunglah dia tidak jadi
berangkat. Apakah ini kebetulan saja ?

Mungkin kita tidak akan terburu-buru berangkat kerja, walaupun sudah
terlambat / kesiangan, seandainya saja sebelumnya kita tahu atau dapat
merasakan bahwa pada hari itu ada anggota keluarga kita yang akan
mengalami musibah.

Kadangkala mungkin kita mengalami suatu kejadian yang persis sama
seperti yang dahulu sudah pernah terjadi. Tetapi kita tidak tahu
kejadian yang dahulu itu apakah kejadian nyata ataukah kejadian di
dalam mimpi. Biasanya kejadian yang dahulu itu adalah kejadian di
dalam mimpi. Sedulur Papat kita sendiri yang memberikan mimpi
tersebut. Kita saja yang tidak tanggap.

Kadangkala kita melamun atau ilham mengalir begitu saja, hanya kita
saja yang tahu, atau mungkin secara spontan kita mengucapkan sesuatu
tanpa dipikir dahulu, tentang sesuatu kejadian yang akan datang atau
tentang seseorang (biasanya seorang tokoh manusia) yang akan
mengucapkan / berbuat sesuatu, dan ternyata kemudian kejadian tersebut
benar-benar terjadi. Dalam hal ini, Sedulur Papat kitalah yang
memberitahukan hal tersebut. Sayang sekali kalau kita tidak mengasah
kedekatan dengan para sedulur tersebut. Kedekatan itu juga dapat
merupakan suatu potensi besar kemampuan kebatinan yang sayang sekali
jika tidak diasah dengan benar. Mungkin potensi untuk bisa meramal,
atau merasakan suatu kejadian yang akan terjadi, atau potensi
kemampuan mengobati, dsb, akan dilewatkan begitu saja.

Beberapa tanda yang bila dilatih / dipertajam akan menjadi suatu
potensi kemampuan tersendiri :
- merasa tahu apa yang akan dikatakan seseorang saat mendengarkan
seseorang sedang berbicara.
- cepat mengenal kepribadian terdalam seseorang walaupun baru kenal.
- banyak ilham tentang kejadian yang akan terjadi (kejadiannya
kemudian benar-benar terjadi).
- mengenal firasat, atau bisa membedakan suatu kejadian yang
merupakan tanda dari akan terjadinya
suatu kejadian lain yang entah baik atau buruk. Dan ketika kejadian
itu terjadi dia tahu bahwa
sebelumnya dia sudah menerima tanda tentang akan terjadinya kejadian itu.

Kemampuan-kemampuan di atas, jika sudah terlatih, sering disebut
sebagai daya linuwih yang merupakan dasar-dasar dari kemampuan
seseorang yang waskita.


Dalam halaman ini digunakan beberapa istilah sbb :

Rasa adalah sesuatu yang langsung dirasakan, berdasarkan kepekaan rasa
/ batin, dan tidak melalui proses perenungan atau analisa.
Batin lebih dalam lagi, ada proses mengendapkan, merenungkan dan menganalisa.

Rasa berhubungan dengan kepekaan rasa batin dan indra ke 6 manusia.
Secara awam rasa bisa diartikan sebagai feeling.
Rasa adalah awal sebelum masuk ke proses yang lebih dalam untuk
direnungkan atau dianalisa secara kebatinan.

Misalnya kita kedatangan orang sakit yang minta disembuhkan sakitnya.
Pada pertemuan pertama kita sudah langsung bisa me-rasa-kan bahwa
sakitnya bukanlah sakit biasa, sakitnya berhubungan dengan gaib.
Sesudah itu barulah di-batin, direnungkan, dianalisa, apa yang menjadi
penyebabnya, apakah sakitnya yang karena pengaruh gaib itu adalah
karena ketempelan mahluk halus, ataukah kesambet, ataukah karena
diguna-guna.
Kalau diguna-guna, apa penyebab awalnya, apakah orang itu menyalahi orang lain ?
Siapakah yang menjadi lawannya itu ? Apakah obatnya ?

Contoh lain, ada orang yang sudah berbulan-bulan sakit kepala berat, vertigo,
Sudah bolak-balik ke dokter dan rumah sakit, tapi tidak sembuh juga.
Pada pertemuan pertama kita sudah ada rasa, sudah bisa mendeteksi,
berdasarkan kepekaan rasa, bahwa sakitnya adalah karena pengaruh gaib.
Sesudah itu barulah dilakukan proses lebih lanjut, dianalisa dengan
batin, yang kemudian diketahui ternyata sakitnya adalah karena ada
sesosok gondoruwo yang bersemayam di kepalanya.

Jadi rasa adalah proses awal yang dirasakan, sebelum masuk proses
selanjutnya untuk dianalisa secara batin.

Begitu juga bedanya antara kekuatan rasa dan kekuatan kebatinan.
Misalnya penggunaan secara fisik :
Kekuatan rasa dilakukan secara spontan setelah merasakan adanya
desakan kekuatan rasa di dada.
Kekuatan batin dilakukan setelah menghimpun kekuatan kebatinan, sampai
terasa energinya seperti aliran tenaga dalam atau tubuh terasa tebal
berselimut energi, dan setelah mantap batinnya barulah kekuatan
kebatinan itu digunakan.

KEPEKAAN RASA BATIN Rating: 4.5 Diposkan Oleh: kitab primbon

0 komentar:

Posting Komentar

Komentar Yang Tidak sesuai kebijakan,sara,spam dan link Promosi tidak akan Di tampilkan Dan akan Langsung Di hapus

Ikuti Primbon Di Facebook