Nama Lengkap Kamu :
Hobi Kamu :
Tanggal Lahir Kamu :
RAMALAN JODOH

Cari Zodiak Anda

Bulan Lahir Tanggal Lahir

AMALAN ILMU GAIB

Masing-masing amalan gaib dan mantra mempunyai sifat dan latar
belakang sendiri-sendiri, apakah
bersifat kebatinan ataukah hanya bersifat kekuatan mantra saja. Untuk
lebih menjamin keampuhannya
maka dalam mengamalkan sebuah amalan gaib kita harus bisa menentukan
apakah harus murni
mengandalkan kekuatan mengsugesti mantra / amalan gaib, ataukah harus
dengan mengsugesti batin kita
sendiri (menggerakkan kekuatan kebatinan), ataukah amalan itu harus
langsung ditujukan kepada khodam
ilmu / pendamping.

Dalam mengamalkan suatu amalan gaib, minimal ada 2 macam pendekatan
sugesti dalam melakukannya :
Yang pertama adalah sugesti ilmu gaib dan ilmu khodam .
Dengan model pendekatan ini sugesti ditekankan pada bentuk dan bunyi
amalan gaibnya, sehingga kalau
amalan gaibnya salah, atau membacanya salah bunyinya, seringkali
kegaibannya tidak bekerja, atau
sekalipun ilmunya bekerja, biasanya tidak besar kegaibannya.

Ilmu Gaib dan Ilmu Khodam mendasarkan kekuatan ilmunya pada kemampuan
mengsugesti amalan gaib
dan mantra, sehingga membacakan amalan gaibnya tidak boleh salah, dan
tidak boleh lupa dengan bunyi
amalannya (apa yang harus diwirid kalau lupa amalannya ? ).
Karena fokusnya pada kemampuan mengsugesti amalan gaib, seringkali
kegaiban yang terjadi tidak
diketahui darimana asalnya, dari batinnya sendiri, dari khodam ilmu /
pendamping, ataukah dari mahluk
halus lain yang datang (juga tidak tahu mahluk halus yang datang itu
apa, siapa, dan perwatakannya baik
ataukah tidak). Yang dipentingkan adalah keampuhannya. Selama ilmunya
itu bekerja, maka ilmunya itu
dan khodamnya akan dikatakan ampuh, begitu juga sebaliknya, jika
ilmunya tidak bekerja, maka ilmunya
itu dan khodamnya akan dikatakan tidak ampuh.
Yang kedua adalah sugesti kebatinan .

Dengan model pendekatan ini sugestinya bersifat "ke dalam", yaitu ke
dalam batin sendiri, sukmanya
sendiri, atau ditujukan kepada sosok-sosok gaib tertentu (khodam) yang
menjadi tujuan amalan gaibnya.
Dengan cara ini akan terjadi kontak rasa dan kontak batin antara
kebatinannya dengan sosok-sosok
tersebut, sehingga walaupun bunyi amalan gaibnya salah atau salah
membaca amalannya, selama ia bisa
bersugesti batin seperti itu, bisa kontak rasa dan batin, maka
kegaibannya akan tetap bekerja, karena
batinnya dan khodamnya mengerti maksud dan tujuan sugestinya.
Dengan sugesti kebatinan, walaupun lupa bunyi amalannya, kita tetap
bisa menjalankan ilmunya dengan
cara mengsugesti batin kita sendiri, atau cukup dengan cara sambat
saja kepada khodam ilmu /
pendamping.

Dengan sugesti kebatinan kita akan tahu sendiri kegaibannya berasal
darimana, apakah berasal dari
sukma kita sendiri, ataukah dari khodam ilmu / pendamping, khodam
keris / jimat, atau dari mahluk halus
lain. Jika berasal dari mahluk halus lain kita juga akan tahu apakah
perwatakannya baik ataukah tidak).
Amalan keilmuan yang bersifat kejawen sebaiknya kita lakukan dengan
sugesti kebatinan untuk
mengsugesti sukma kita (roh pancer dan sedulur papat) dan adanya
kembangan-kembangan dalam
amalan gaibnya akan memperkaya sugesti kebatinan kita.
Amalan keilmuan yang berbahasa arab dilakukan dengan sugesti ilmu gaib
/ khodam, tidak boleh salah
membacanya, dan tidak boleh lupa bacaan amalannya.

Amalan keilmuan yang bekerjanya menggunakan khodam, dalam membacakan
amalannya sebaiknya
ditujukan langsung kepada khodamnya (atau khodam benda gaibnya).
Ilmu-ilmu dalam ilmu gaib dan ilmu khodam dapat sama dengan ilmu-ilmu
dalam ilmu kebatinan.
Bedanya adalah pada sumber kekuatan ilmunya. Kegaiban yang dihasilkan
dalam ilmu kebatinan berasal
dari kekuatan sukmanya, ditambah dengan amalan-amalan, doa dan mantra
sebagai sugesti yang
menghasilkan kegaiban ilmu-ilmu kebatinan. Seandainya pun memiliki
khodam pendamping atau khodam
ilmu, keberadaan mereka hanya sebagai penambah kekuatan ilmunya,
kegaiban yang utama tetap berasal
dari kekuatan kebatinannya.

Salah satu kelebihan dalam olah kebatinan adalah adanya tahapan olah
rasa dan sugesti, sehingga
seseorang yang sudah menguasai ilmu rasa dan sugesti, maka dia akan
dapat dengan mudah mengsugesti
batinnya, dan membentuk / menyelaraskan sukmanya sesuai penghayatan
pada ilmunya, walaupun tidak
hapal dengan bunyi mantranya. Dalam olah ilmu gaib dan ilmu khodam
juga ada olah rasa dan sugesti,
terutama ditujukan dalam rasa ketika mengsugesti suatu amalan ilmu gaib.
Pada orang-orang kebatinan, untuk memperkuat keilmuannya, orang
tersebut harus memperdalam
penghayatan dan kekuatan kebatinannya dan meningkatkan kepekaan rasa
dan kemampuan sugestinya
pada bentuk-bentuk keilmuan.

Kekuatan sukmanya akan sejalan dengan
kemampuannya mengsugesti
sukmanya untuk menyatu dalam penghayatan kebatinannya. Untuk maksud
itu para penganut kebatinan
akan banyak melakukan perenungan-perenungan, laku tirakat dan puasa,
menyepi, semadi, bahkan tapa
brata.
Pada orang-orang kebatinan, secara kebatinan, seseorang tidak
membutuhkan banyak amalan ilmu, tidak
perlu mengkoleksi banyak amalan ilmu, karena yang paling utama adalah
kemampuannya mengsugesti
sukmanya dan pemahaman / penghayatan pada suatu bentuk keilmuan, tidak
harus hapal bunyi
mantranya, tetapi harus tahu isi / sifat bentuk dan tujuan
keilmuannya. Mereka juga akan dengan mudah
menciptakan ilmu-ilmu baru sesuai pemahaman dari ilham yang
didapatnya. Dan bila menemukan /
menerima suatu amalan ilmu baru, mereka akan dapat dengan seketika
mengamalkannya sesuai tingkat
kemampuannya mengsugesti sukmanya, walaupun tidak menerima transfer
energi atau khodam.
Sedangkan pada orang-orang yang menekuni ilmu gaib dan ilmu khodam,
kegaiban keilmuannya berasal
dari kekuatan mengsugesti amalan-amalan gaib, doa dan mantra, atau
kekuatan mengsugesti kegaiban

khodam ilmunya saja, bukan dari kekuatan kebatinannya, dan tidak
didasarkan pada olah batin / sukma.
Pada saat mengamalkan ilmunya, orang-orang itu harus hapal dengan
bacaan mantra / amalan ilmunya.
Karena bersifat ilmu gaib dan ilmu khodam, mantra-mantra hanya akan
bekerja dengan baik pada orang-
orang yang mempunyai kekuatan sugesti pada amalan / mantranya, atau
yang sudah menerima khodam
ilmunya atau transfer energi (diijazahkan).

Bagi yang ingin belajar sendiri, belajar jarak jauh, yang masih
kurang kuat sugesti pada amalannya, dan belum menerima transfer energi
atau belum menerima khodam
ilmunya, dengan usahanya sendiri membaca / mewirid suatu amalan ilmu
biasanya tidak akan banyak
berguna. Sekalipun ada kegaiban setelah membacanya, biasanya tidak
besar kekuatannya. Karena itu
untuk keberhasilannya penganut ilmu gaib dan ilmu khodam akan banyak
bergantung pada guru yang
memberi ilmu, dan untuk menambah keilmuannya mereka akan berusaha
belajar kepada banyak guru dan
mengkoleksi banyak amalan ilmu.

Dalam mengamalkan suatu amalan ilmu, misalnya amalan ilmu untuk
kekuatan, pada seseorang yang
menganut ilmu kebatinan, setelah ilmu tersebut diturunkan kepadanya,
dalam penggunaannya orang
tersebut masih harus menghayati isi dan arti amalan tersebut untuk
menyelaraskan / mengsugesti
batinnya supaya sukmanya dapat melakukan apa yang tersugesti dalam
amalan ilmu tersebut. Kekuatan
ilmunya tergantung pada kekuatan sukmanya dan penghayatan / sugesti
dirinya dalam mengamalkan ilmu
tersebut.
Karena bersifat kebatinan, maka dalam mengamalkannya seseorang harus
menghayati isi dan arti amalan
ilmu tersebut untuk menyelaraskan / mengsugesti batinnya supaya
sukmanya dapat melakukan sesuai
yang tersugesti dalam amalan ilmu tersebut. Kekuatan ilmunya
tergantung pada kekuatan sukmanya dan
penghayatan / sugesti dirinya dalam mengamalkan ilmu tersebut. Jadi
yang utama harus dimiliki adalah

kekuatan sukma dan kemampuan sugesti untuk menggerakkan kekuatan
sukmanya menjalankan suatu
ilmu. Ilmu itu akan bekerja sesuai penghayatan / sugesti seseorang
pada jenis ilmunya, walaupun tidak
hapal dengan bacaan mantra / amalan ilmunya. Dan sugesti ilmu itu
perlu dilatih secara berkala supaya
ketajaman / keselarasan sukmanya dengan ilmunya itu tidak melemah.

Amalan tersebut di atas (amalan ilmu yang sama), bila dilakukan oleh
orang yang menganut ilmu gaib dan
ilmu khodam, setelah ilmu tersebut diturunkan kepadanya, maka orang
tersebut hanya perlu keyakinan /
sugesti bahwa kapan saja ilmu itu diamalkan, ilmu itu akan bekerja.
Orang tersebut tidak mengandalkan
kekuatan sukmanya, karena yang bekerja adalah kekuatan sugesti pada
amalan ilmu dan khodamnya,
bukan sukmanya, dan tidak perlu tahu arti dan isi kalimat-kalimat
dalam amalannya, hanya perlu
menghapalkannya dan mengsugesti dirinya bahwa ilmu itu akan bekerja
kapan saja amalannya diamalkan.

Kekuatan ilmunya tergantung pada kekuatan (konsentrasi) sugestinya dan
penyatuan dengan khodamnya.
Dalam hal ini penerapan ilmu gaib dan ilmu khodam memiliki kelebihan
kepraktisan dalam penggunaannya
dibandingkan ilmu kebatinan, tetapi pada saat mempraktekkannya, orang
tersebut harus hapal dengan
bacaan mantra / amalan ilmunya.
Ilmu Gaib dan Ilmu Khodam pada masa sekarang lebih mudah
mendapatkannya dan seringkali tidak perlu
didapatkan dengan cara berpuasa, laku prihatin, tirakat, dsb. Bahkan
banyak yang menekuninya sebagai
jalan pintas, karena prosesnya lebih mudah, tidak perlu puasa,
tirakatan, dsb, dan seringkali hanya
dilakukan melalui proses pengisian ilmu / transfer khodam dan energi,
dan instan !, hanya perlu baca
amalannya saja sudah langsung bisa dipraktekkan.

Bahkan untuk memperoleh tenaga dalam tidak lagi
perlu berlama-lama melakukan olah nafas. Dengan ilmu gaib atau ilmu
khodam, seringkali cukup hanya
dengan diminumkan air putih yang sudah diberi amalan tertentu
seseorang sudah langsung bisa
mempraktekkan ilmu tersebut (pembangkitan seketika). Instan! Langsung
bisa dipraktekkan, bisa
mementalkan orang, bisa memukul jarak jauh, tubuh kebal senjata tajam,
bisa mematahkan besi, dsb.
Tujuan dari dilakukannya pembedaan antara ilmu-ilmu kebatinan dengan
yang asli ilmu gaib dan ilmu
khodam adalah supaya kita dapat dengan benar membedakan pengertiannya,
mengetahui sisi spiritualnya,
dan mengetahui cara-cara untuk mengembangkannya atau untuk
meningkatkan kualitas keilmuannya
sesuai jenis keilmuan masing-masing yang digeluti.

Kelebihan ilmu kebatinan dan spiritual terhadap yang murni sebagai
ilmu gaib dan ilmu khodam terutama
adalah pada kekuatan gaib batin dan sukma mereka yang biasanya jauh
melebihi kekuatan gaib ilmu gaib
dan ilmu khodam. Kegaiban batin dan sukma mereka juga menyebabkan
mereka tidak bergantung pada
adanya sosok khodam ilmu, karena kegaiban batin dan sukma mereka
sendiri sudah menjadi "khodam"
bagi mereka. Kelebihan lainnya adalah pada kemampuan olah rasa dan
sugesti untuk menggerakkan
kekuatan gaib batin dan sukma mereka untuk melakukan banyak kegaiban
seperti dalam ilmu-ilmu gaib
dan khodam. Kombinasi dari kekuatan / kegaiban batin dan sukma mereka
dan kemampuan olah rasa dan
sugesti dapat mengantarkan mereka menjadi orang-orang yang linuwih dan
waskita , mengerti kegaiban
hidup dan kegaiban alam.

Sedangkan kelemahan ilmu kebatinan dan spiritual terhadap yang murni
sebagai ilmu gaib dan ilmu
khodam terutama adalah pada usaha yang lebih berat dalam mempelajari
dan menekuninya, yang
menyebabkan orang-orang menjadi tidak tertarik untuk menjalaninya.
Kelemahan lainnya adalah kurangnya
variasi dalam keilmuan gaib mereka dibandingkan yang dipelajari dalam
ilmu gaib dan ilmu khodam,
karena tujuan utama mereka biasanya bukan untuk mempraktekkan ilmu
gaib / khodam, tetapi untuk
penghayatan kebatinan dan spiritual atau untuk kesaktian kanuragan.

Kelebihan dari yang murni sebagai ilmu gaib dan ilmu khodam terhadap
ilmu kebatinan dan spiritual
terutama adalah pada usaha yang lebih ringan dalam mempelajari dan
menekuninya, yang menyebabkan
orang-orang menjadi lebih tertarik untuk menjalaninya. Kelebihan
lainnya adalah pada banyaknya variasi
dalam keilmuan gaib mereka (banyaknya variasi amalan-amalan dan
mantra) dan hasilnya bisa langsung
dipraktekkan dan dipertunjukkan, karena tujuan mereka memang untuk
keberhasilan menguasai dan
mempraktekkan keilmuan gaib / khodam.
Sedangkan kelemahan utama ilmu gaib dan ilmu khodam terhadap ilmu
kebatinan dan spiritual terutama
adalah pada kekuatan gaib ilmunya yang jauh lebih rendah (pada ilmu
yang sejenis). Orang lebih suka
mempelajari ilmu-ilmu kebatinan secara tersendiri, yang kemudian
mewujud menjadi ilmu gaib dan ilmu
khodam, yang seringkali tidak dilandasi dengan kekuatan kebatinan,
karena tidak didasari dengan olah
batin, hanya menghapalkan dan mewirid amalan ilmu gaib dan amalan ilmu
khodam saja.

Walaupun variasi ilmunya banyak, tetapi karena kekuatan gaibnya lebih
rendah, biasanya kekuatan
keilmuan mereka dapat dengan mudah dilunturkan keampuhannya (dan
seringkali tidak dapat digunakan
untuk menyerang orang-orang pelaku kebatinan dan spiritual).
Masing-masing jenis keilmuan mempunyai kelebihan dan kelemahan
sendiri-sendiri. Segala bentuk
keilmuan batin / gaib akan sangat bergantung pada sumber kekuatan
ilmunya dan perbendaharaan jenis
ilmu. Untuk dapat menguasai suatu keilmuan secara sempurna dengan daya
kekuatan yang tinggi
seseorang juga harus mengenal sumber kekuatan keilmuannya,
meningkatkan kekuatan ilmunya dan
melengkapi kekurangannya.
Kemampuan untuk mengsugesti batin / sukma, kemampuan untuk bersugesti
pada amalan gaib, dan
kemampuan mengsugesti kegaiban khodamnya adalah hal-hal pokok yang
harus dikuasai dalam keilmuan
batin / gaib. Tetapi untuk meningkatkan kekuatan ilmunya, sebaiknya
jangan hanya berfokus pada praktek
sugesti amalan gaib saja, sumber kekuatan ilmunya harus juga diketahui
dan harus ditingkatkan
kualitasnya supaya kekuatan ilmunya menjadi tinggi.

Orang-orang yang menekuni ilmu gaib atau ilmu batin yang kegaibannya
berdasarkan pada kekuatan
batin / sukma (kebatinan dan spiritual), untuk meningkatkan kekuatan
ilmunya, orang tersebut harus
meningkatkan kekuatan batin / sukmanya dan penghayatan pada ilmunya,
supaya ketika disugestikan
untuk keilmuan tertentu, kekuatan ilmunya tinggi, dan menambah
perbendaharaan jenis-jenis keilmuan gaib
(menambah pengetahuan pada jenis-jenis ilmu dan amalan ilmu).
Orang-orang yang menekuni ilmu gaib atau ilmu batin yang kegaibannya
berdasarkan pada kekuatan roh
pancer dan sedulur papat, harus meningkatkan kekuatan gaib dari batin
/ sukmanya dan meningkatkan
penyatuannya dengan kekuatan roh sedulur papatnya, supaya ketika
disugestikan untuk keilmuan tertentu,
kekuatan ilmunya tinggi.

Orang-orang yang menekuni keilmuan gaib yang kegaibannya berdasarkan
pada kekuatan sugesti amalan
gaib atau mantra, harus meningkatkan kekuatan sugestinya (kekuatan
fokus / konsentrasi), meningkatkan
kekuatan kebatinannya, atau mencari mantra / amalan ilmu gaib yang
lebih tinggi kadar kekuatannya.
Orang-orang yang menekuni keilmuan gaib yang kegaibannya berdasarkan
pada kekuatan khodam ilmu,
harus meningkatkan kekuatan khodamnya (mencari sosok gaib lain yang
lebih tinggi kekuatan gaibnya)
dan meningkatkan kemampuan mengsugesti khodam ilmunya itu, atau
mencari mantra / amalan gaib yang
lebih tinggi kadar kekuatannya, supaya ketika disugestikan untuk
keilmuan gaib tertentu, kekuatan ilmunya
tinggi.

Seringkali kemampuan seseorang dalam ilmu gaib dan ilmu khodam menjadi
suatu kebanggaan,
menjadikan seseorang merasa hebat dan sakti, merasa mampu melakukan
apa saja dengan ilmunya itu,
dan seringkali keilmuan itu juga dipertunjukkan kepada orang lain,
terutama kepada orang-orang awam.
Tetapi jarang ada manusia yang memiliki khodam ilmu atau khodam
pendamping yang berkesaktian tinggi,
karena kebanyakan orang belum sampai ilmunya untuk mengenal sosok gaib
yang berkesaktian tinggi,
karena semakin tinggi kesaktian sesosok mahluk halus biasanya juga
semakin sulit untuk dilihat dan
semakin sulit dideteksi keberadaannya. Karena itulah contoh gaib
seperti Ibu Kanjeng Ratu Kidul sangat
diagung-agungkan orang sebagai tokoh sakti dari alam gaib, padahal di
alam gaib banyak sekali mahluk
halus yang kesaktiannya berlipat-lipat di atas beliau yang Ibu Kanjeng
Ratu Kidul sendiri pun harus
berhati-hati dan menghindarinya. Itulah juga sebabnya para Wali dulu
di Jawa, ilmu gaib dan ilmu
khodamnya tidak dapat digunakan untuk berhadapan dengan orang-orang
sakti tanah Jawa.

Kebanyakan orang yang memiliki ilmu khodam tidak mempermasalahkan
tentang kesaktian khodamnya
itu, karena keberadaan khodam itu hanya dikhususkan untuk pelaksanaan
ilmu tertentu saja. Yang
dianggap penting adalah khodam itu bekerja sesuai tujuan keberadaannya
(pelaksanaan ilmu), tidak
masalah khodam itu sakti atau tidak. Khodam itu akan dianggap ampuh
jika ilmunya bekerja, sebaliknya
suatu ilmu dan khodamnya pasti tidak akan dianggap ampuh jika ilmunya
itu tidak bekerja.
Dalam praktek adu ilmu, contohnya adalah praktek yang biasa dilakukan
dalam penanganan pengobatan
santet / teluh dan pembersihan gaib. Biasanya suatu ilmu gaib dilawan
dengan ilmu gaib lain yang
setanding atau yang lebih tinggi. Ilmu pelet dilawan dengan ilmu
penangkal pelet yang lebih tinggi. Ilmu
teluh dilawan dengan ilmu penangkal teluh yang lebih tinggi. Amalan
gaib dilawan dengan amalan gaib.
Ajian dilawan dengan ajian. Mantra dilawan dengan mantra. Metode ini
mengharuskan seseorang untuk
mengkoleksi banyak ilmu yang tinggi-tinggi dan berguru kepada banyak guru.

Bagaimana kalau tidak punya ilmu penangkal yang lebih tinggi ?
Kemana lagi harus berguru ?
Sampai kapan harus terus berguru ?
Bagaimana kalau kemudian ilmu orang yang dilawannya itu berbalik
menyerang dirinya ?
Akan lebih baik jika metode tersebut diganti. Ilmu tidak dilawan
dengan ilmu. Ajian tidak dilawan dengan
ajian. Mantra tidak dilawan dengan mantra. Metodenya diganti menjadi
melawannya dengan kekuatan gaib
atau khodam yang lebih tinggi. Dengan cara ini kita membersihkan ilmu
lawan dengan kekuatan gaib /
khodam yang lebih tinggi. Tidak peduli seberapa tinggi ilmu lawan,
atau sekalipun ilmunya berlapis-lapis,
bisa disapu bersih dengan kekuatan gaib / khodam yang lebih tinggi.

Dengan cara ini kita tidak membutuhkan banyak amalan, mantra dan ajian
atau berguru kepada banyak
guru. Yang kita butuhkan hanyalah satu amalan ilmu dan satu kekuatan
gaib / khodam yang kuat untuk
menyapu bersih ilmu lawan. Dan kekuatan gaib / khodam ini bisa
melindungi kita, sehingga tidak diserang
balik oleh ilmu lawan, dan khodam itu bisa kita gunakan juga untuk
banyak keperluan. Hanya diperlukan
tambahan usaha untuk mendapatkan kekuatan gaib / khodam yang kuat.

Khodam yang sakti diperlukan terutama untuk dimiliki oleh orang-orang
yang sering mengadu ilmu, adu
kesaktian gaib, atau yang sering mempertunjukkan keilmuannya, yang
sering pamer kesaktian, terutama di
hadapan orang-orang awam, bisa ini bisa itu, bisa menundukkan ini bisa
menundukkan itu, dsb. Khodam
yang sakti diperlukan supaya ilmunya tidak mudah luntur ketika
berhadapan atau ketika sedang berada di
lingkungan gaib atau di lingkungan orang-orang berkhodam. Khodam yang
sakti juga diperlukan untuk ilmu
atau amalan gaib yang berfungsi untuk penjagaan gaib atau untuk
pengobatan dan untuk mengusir roh-
roh halus yang mengganggu (pembersihan gaib), karena khodamnya itu
harus berhadapan dengan sosok-
sosok halus lain.

Perlu diperhatikan, ada orang-orang tertentu yang bukan hanya memiliki
ilmu berkhodam, tapi juga
menguasai ilmu perkhodaman. Bagi mereka mudah saja melunturkan atau
menghapuskan keilmuan
seseorang dengan mengirimkan khodam yang lebih kuat atau memerintahkan
khodam seseorang untuk
pergi menghilang. Jadi dalam kasus ini bukan lagi adu ilmu, tapi
terutama adalah adu khodam. Tapi
untungnya, mereka biasanya memiliki kearifan yang tinggi, tidak mudah
terpancing untuk pamer ilmu atau
mengganggu / menghilangkan ilmu orang lain.
Jadi bagi yang hanya bisa main ilmu, atau khodamnya kurang kuat, maka
ketika ada orang lain yang
bukan bermaksud adu ilmu, tapi menyerang khodamnya, maka khodam yang
lemah akan kalah sehingga
ilmunya tidak lagi mempunyai kekuatan gaib (apalagi bila orang itu
hanya bisa memainkan ilmu saja, tapi
tidak bisa memainkan khodamnya).

Misalnya saja ada orang yang memiliki ilmu gaib / khodam untuk
kekebalan, maka ketika kegaiban /
khodam- nya itu diserang dan kalah, maka kekuatan ilmu kebalnya akan
hilang. Jadi bukan ilmu kebalnya
yang diserang dengan ilmu pukulan yang lebih kuat, tetapi kegaiban
ilmunya yang dihilangkan. Begitu juga
seseorang yang mempunyai ilmu khodam kesaktian pukulan. Ketika
khodamnya itu dikalahkan atau bisa
diperintahkan untuk pergi, maka kekuatan kesaktian pukulan orang itu
akan hilang, hanya akan menjadi
pukulan biasa yang hanya mengandalkan kekuatan fisik saja. Begitu juga
bila kekuatan tenaga dalam
seseorang dihilangkan, maka orang itu akan kehilangan tenaga dalamnya,
menjadi seperti orang yang
belum pernah belajar ilmu tenaga dalam. Atau khodam seseorang untuk
pengasihan dan kerejekian (yang
biasanya kekuatannya lemah), jika bisa ditundukkan, maka khodam itu
bisa diperintahkan untuk pergi,
atau bisa juga dibalik fungsinya, yang semula untuk pengasihan dan
kerejekian, dibalik menjadi menutup
jalan kerejekian dan membuat orangnya dijauhi dan dibenci oleh orang lain.
Itulah juga sebabnya seringkali dalam pertunjukkan debus atau sulap,
dsb, kerap kali pemimpinnya berkata
kepada para penonton supaya tidak mengganggu, karena mereka tidak
bermaksud pamer atau unjuk
kesaktian, tapi hanya sekedar menyajikan atraksi hiburan. Walaupun
mungkin mereka juga memiliki
kemampuan untuk melawan gangguan gaib, tetapi mereka sengaja
merendahkan hati supaya atraksi
mereka tidak diganggu.
Mereka yang tidak suka pamer ilmu biasanya tidak memiliki musuh, tidak
memancing orang lain untuk
bereaksi negatif, malahan mendatangkan rasa hormat orang lain yang
datang untuk meminta pertolongan.

Orang-orang yang berilmu khodam, kebanyakan khodamnya kelasnya rendah,
karena mereka tidak
mengenal dan tidak mampu mendatangkan sosok gaib berkesaktian tinggi.
Biasanya juga mereka tidak
memperhatikan kekuatan khodamnya, tetapi pada amalan ilmunya dan
keberhasilan mempraktekkan
ilmunya. Selain itu juga jarang ada orang yang mampu mengukur
kesaktian mahluk gaib. Tetapi jika
mereka mampu mengukur kesaktian mahluk gaib dan mampu mengenal mahluk
gaib berkesaktian tinggi,
mungkin mereka juga dapat mendatangkannya sebagai khodamnya, seperti
Begawan Abiyasa yang
khodamnya adalah bangsa jin yang kesaktiannya setingkat buto (1000
kali lipat kesaktian Ibu Ratu Kidul).

Ilmu gaib dan ilmu khodam sebaiknya jangan disombongkan di hadapan
seseorang yang menekuni
kebatinan dan spiritual. Orang-orang yang menekuni kebatinan dan
spiritual, terutama kebatinan yang
bersifat kesejatian diri, akan mengandalkan kekuatan dari dirinya
sendiri, bukan dari gaib lain, sehingga
akan menempa diri untuk bisa memiliki kekuatan dan kemampuan,
menyelaraskan kebatinannya dengan
penghayatan ke-maha-kuasa-an Tuhan, dan seringkali kekuatan keilmuan
mereka menjadi jauh di atas
kekuatan ilmu-ilmu gaib dan khodam kebanyakan orang yang menyelaraskan
diri dengan roh-roh dan
kegaiban duniawi. Selain diri mereka sendiri diliputi oleh suatu
kegaiban yang tidak dapat ditembus oleh
ilmu gaib, kegaiban mereka pun dapat menenggelamkan (menghapuskan)
keampuhan ilmu gaib dan ilmu
khodam (ilmu sihir dan guna-guna) dan berbagai macam bentuk serangan gaib.

Baca Juga. Ciri khodam Pendamping Ilmu.


AMALAN ILMU GAIB Rating: 4.5 Diposkan Oleh: kitab primbon

Ikuti Primbon Di Facebook