Nama Lengkap Kamu :
Hobi Kamu :
Tanggal Lahir Kamu :
RAMALAN JODOH

Cari Zodiak Anda

Bulan Lahir Tanggal Lahir

PENGERTIAN SODARA EMPAT

Dalam kebatinan jawa, istilah roh sedulur papat lan kalima pancer
selalu disebutkan, karena pengertian
itu melandasi kekuatan sukma manusia, yang bila diyakini dan diolah
lebih mendalam akan memunculkan
suatu kegaiban dan kekuatan gaib yang berasal dari diri manusia
sendiri, kegaiban sukma manusia, yang
diolah melalui ketekunan kepercayaan dan penyelarasan hidup dan
pemujaan kepada Gusti Allah . Termasuk
ucapan yang dilandasi kekuatan dan keyakinan batin akan terjadi, maka
itu akan benar terjadi, saking
kersaning Allah .

Orang yang sudah sedemikian itu sering disebut
ucapannya mandi (manjur / idu geni ).
Sebenarnya sudah disadari bahwa pengetahuan tentang Sedulur Papat
Kalima Pancer , yang biasanya
terkait dengan konsep kebatinan tentang Manunggaling Kawula Lan Gusti,
Sangkan Paraning Dumadi,
Sukma Sejati , Guru Sejati , dsb, sebenarnya adalah puncak-puncak dari
keilmuan kebatinan dan spiritual
jawa, jauh sebelum datangnya agama Islam di pulau Jawa. Konsep-konsep
tersebut adalah terminologi
asli kejawen dan adalah hasil pencapaian kebatinan dan spiritual
tokoh-tokoh kejawen, yang kemudian
diajarkan kepada para pengikutnya, dan akhirnya kemudian berkembang
menjadi ajaran keilmuan kebatinan
jawa atau menjadi aliran kepercayaan kerohanian kejawen.

Tetapi banyak orang yang kurang mengerti tentang Roh Sedulur Papat
kemudian memberikan pandangan-
pandangan lain, misalnya menyamakan artinya sebagai sifat-sifat tanah,
air, api, dsb dalam diri manusia.
Atau juga dalam penyebaran agama Islam di tanah jawa dulu, sebagai
tandingan ajaran kejawen dan
untuk menghapuskan pengaruh ajaran Syech Siti Jenar yang telah
diterima secara umum di masyarakat
Jawa, roh sedulur papat sering disamakan sebagai empat jenis nafsu
manusia ataupun disamakan dengan
malaikat-malaikat pendamping manusia (juga untuk keperluan penyebaran
agama Islam, arti kata pusaka
kalimasada dalam cerita pewayangan disimpangkan artinya menjadi
kalimat syahadat (Wikipedia)).

Tanpa bermaksud menyalahkan atau merendahkan pandangan-pandangan lain
tersebut, Penulis hanya
ingin mengingatkan bahwa konsep-konsep kejawen tersebut di atas adalah
asli terminologi kebatinan jawa
dan memiliki arti dan makna sendiri yang tidak dapat disamakan dengan
arti dan makna dalam
pandangan-pandangan lain tersebut. Jika pun dihubungkan dengan
penghayatan kebatinan masyarakat
Jawa, maka arti dan maknanya dalam konsep pandangan lain tersebut
tidak akan sama dengan arti dan
maknanya dalam konsep kejawen di masyarakat. Atau juga jika diterapkan
dalam keilmuan kebatinan,
maka arti dan makna konsep dalam pandangan-pandangan lain tersebut
sama sekali tidak akan berguna
dalam keilmuan batin kejawen.

Dalam halaman ini Penulis menuliskan sebagian hubungan roh sedulur
papat dengan kemampuan
seseorang dalam keilmuan batin / gaib. Seringkali para praktisi
kebatinan, termasuk orang-orang yang
mampu melihat gaib, tidak menyadari keberadaan roh sedulur papat dan
tidak mampu melihatnya,
sehingga tidak mempunyai pemahaman yang dalam tentang roh sedulur
papat dan seringkali juga tidak
dapat mendaya-gunakan kemampuan roh-roh itu atau mendayagunakan
kombinasi kesatuan roh Sedulur
Papat dan roh Pancer.

Memang tidak semua orang, termasuk yang mampu melihat gaib, mampu
untuk melihat roh sedulur papat,
karena dimensinya lebih halus dan lebih sulit dilihat daripada
kuntilanak, gondoruwo atau dedemit lainnya
atau roh-roh halus tingkat rendah lainnya yang biasa dilihat orang.
Roh Saudara Kembar / Sedulur Papat
menjadi sesuatu yang sulit untuk dilihat, sehingga seseorang yang
telah dapat melihat atau bertemu
dengan roh sedulur papat-nya seringkali dianggap sebagai suatu
keberuntungan dan keistimewaan
tersendiri.

Bahkan seringkali dikatakan, dalam hubungannya dengan kebatinan jawa,
bahwa ilmu seseorang sudah
mencapai puncaknya apabila sudah dapat menemui wujud Guru Sejati ,
yang tidak lain adalah roh sedulur
papatnya yang wujudnya secara halus benar-benar mirip dengan orang
yang bersangkutan. Tetapi
sebenarnya itu barulah awal dari suatu tahapan penting yang harus
dikembangkan lagi ke tingkat yang
lebih tinggi. Hanya sekedar bisa melihat atau bertemu dengan roh
sedulur papat tidak akan berarti apa-
apa dan tidak akan memberi manfaat apa-apa. Tetapi kesempurnaan akan
didapatkan jika seseorang
bisa mendayagunakan kesatuan roh sedulur papat dengan orang itu
sendiri dalam setiap usaha dan
perbuatannya.

Pendayagunaan roh sedulur papat sebagai Guru Sejati dapat dilakukan
dengan memperhatikan semua
pemberitahuan dari mereka yang berupa rasa dan firasat, ide dan ilham,
penglihatan gaib dan jawaban
dari berbagai pertanyaan dan permasalahan, atau menjadikannya sebagai
satu kekuatan sukma yang
mendasari perbuatan-perbuatan, atau pada tingkatan yang tinggi dapat
mendayagunakannya sebagai
sosok pribadi yang bisa diajak berpikir dan berkomunikasi seolah-olah
mereka adalah sosok-sosok roh
lain yang berdiri sendiri-sendiri.

Baca Juga.Mistik Candi dieng Beserta Penunggu Gaibnya.

PENGERTIAN SODARA EMPAT Rating: 4.5 Diposkan Oleh: kitab primbon

Ikuti Primbon Di Facebook