Selamat Datang Di www.Primbon.org.Situs Yang mengulas Tentang Gaib,Klenik yang Di Ulas Secara Gamblang,Lengkap,Jelas.Ini Hanya Tulisan Semata,Ambil Sisi Positifnya Saja.




Ikuti Primbon Di Facebook

Watak

Selamatan kandungan merupakan upaya untuk menjaga dan memelihara pertumbuhan janin dalam dalam kandungan, mulai dari satu bulan hingga sembilan bulan. Cara yang dianggap praktis dan dapat dimengerti oleh semua orang, yang pada waktu itu sebagian besar masih buta huruf, adalah dengan membuat ubarampe sesaji. Kandungan usia satu bulan ubarampenya adalah : Bubur sungsum, yaitu bubur putih dari tepung beras diberi juruh dari gula kelapa merah. Bubur putih adalah simbol air dan juruh merah adalah simbol darah. Janin dalam kandungan pada usia satu bulan masih berupa air dan darah. Kandungan usia dua bulan ubarampenya adalah : Tumpeng Megana, yaitu nasi putih yang dibentuk kerucut, dililiti kacang panjang dari bawah melingkar-lingkar sampai atas dan di atasnya diberi bawang merah dan cabai merah panjang. Nasi kerucut yang dinamakan tumpeng tersebut. dikelilingi aneka sayuran yang sudah direbus ; bayam, kobis, kecambah, wortel dan buncis, serta lauk-pauk; tempe, teri, telur, dan bumbu gudangan yang dibuat dari parutan kelapa diberi bumbu dapur dan dikukus. Bumbu dan lauk-pauk tersebut cukup diletakan di atas sayuran dibeberapa tempat, tidak dicampur. Makna Tumpeng Megana: Megana dari kata gana atau gatra yang artinya wujud. Seperti janin yang ada dalam kandungan, dari yang belum ada menjadi ada, dari yang belum berujud menjadi berujud. Rangkaian Tumpeng Megana yang dikelilingi sayuran, bumbu dan lauk-paulnya merupakan manifestasi dari pengadukan samodra dalam upaya mencari tirta amerta atau air hidup abadi. Dikarenakan Tirta Amerta berada didasar samodra, maka untuk mengambilnya laut perlu diaduk agar Tirta Amerta naik ke permukaan. Yang dipakai mengaduk adalah gunung Mandara atau ada yang menyebut Gunung Meru, digambarkan nasi putih dibentuk kerucut. Bawang merah dan cabai merah panjang menggambarkan api yang keluar dari kawah gunung Mandara. Kacang panjang menggambarkan Dewa Naga Basuki yang sedang melilit dan memutar gunung untuk mengaduk samodra. Aneka sayuran, lauk pauk dan bumbu gudangan adalah isi bawah laut. Tumpeng Megana menyimbolkan proses awal pengadukan. Kondisi isi laut belum teraduk dan tercampur, yang digambarkan antara aneka sayuran, lauk pauk dan bumbu gudangan masih sendiri-sendiri. Karena masih awal pengadukan tirta amerta belum di dapatkan. Bubur merah (bubur beras yang diberi gula jawa) Bubur putih (bubur beras yang diberi santan) Kombinasi bubur merah dan bubur putih. Posisi bubur merah dan putih dapat ditumpangkan atau dijajarkan. jenang baro-baro: yaitu bubur putih diberi parutan kelapa dan rautan gula merah (gula jawa) Pipis kenthel yaitu tepung beras diberi garam dan santan diberi rautan gula jawa, dibungkus daun pisan terus di kukus. Ubarampe no. 2 sampai dengan no. 6, bahan utama yang dipakai adalah dua macam, yaitu tepung beras yang berwarna putih dan gula Jawa yang warnannya merah. Warna putih sebagai simbolisasi benihnya Bapak yaitu sperma, dalam bahasa jawa kuno disebut Sukra. Warna merah sebagai simbolisasi dari sel telur Ibu, dalam bahasa Jawa kuno disebut swanita. Bersatunya benihnya Bapak dengan benihnya ibu digambarkan dengan bubur kombinasi merah dan putih, akan menumbuhkan ciptaan baru, digambarkan dengan parutan kelapan dan rautan gula jawa pada jenang Baro-baro, yang ujudnya seperti jentik-jentik kehidupan. Aneka macam jajan pasar menggambarkan aneka warna kehidupan di dunia ini. Kandungan usia tiga bulan; selamatannya sama seperti waktu kandungan berusia dua bulan Kandungan usia empat bulan, selamatannya: sega punar yaitu nasi diberi kunir sehingga warnanya kuning dan diberi asem. Lauknya daging kerbau dan aneka macam jerohan dan bagian mata dan sambal goreng, apem tepung beras diberi gula jawa dan ragi 3. aneka ketupat : kupat sinta, kupat luwar, kupat sida lungguh dan kupat jago. Sega punar atau nasi kuning melambangkan tirta amerta atau air kehidupan abadi. Oleh karena hidup abadi, sega punar juga dimaksudkan sebagai tolak balak, atau menghindarkan dari aneka macam bahaya yang akan mengancam keselamatan. Apem yang dibuat dari tepung beras warna putih dan gulajawa warna merah adalah menggambarkan benihnya Bapak dan Ibu. Kupat yang dibuat dari nasi dibungkus janur, menggambarkan bersatunya antara badan raga (nasi) dan Nur cahaya Illahi atau Roh Tuhan (janur atau daun kelapa muda) Kandungan usia lima bulan selamatannya: nasi dan sayuran Uler-uleran yang dibuat dari tepung beras dikukus, dibentuk seperti uler atau ulat dengan diberi pewarna makanan merah hijau kuning dan hitam. Ketan mancawarna yaitu beras ketan dibentuk bulatan-bulatan sebanyak lima buah, yang masing-masing diberi warna berbeda putih, hitam, merah, kuning dan hijau. Uler-uleran dan ketan yang diberi warna lima macam merupakan simbolisasi dari sedulur papat lima pancer. Keempat saudara tersebut adalah: Aluamah warnanya hitam, Amarah warnanya merah, Supiyah warnanya kuning dan mudmainah warnanya putih. Dan pancer yaitu diri pribadi warnanya dapat hijau atau orange, atau ungu, biru, karena tiap pribadi manusia berbeda-beda. Selamatan lima bulan ini biasanya sudah memberi tahu kepada para kerabat dan saudara untuk memohon doa restu keselamatan serta menghaturkan makanan yang ditempatkan pada takir ponthang yang dibuat dari daun pisang dirangkapi janur kuning dengan lima macam jarum. Takir tersebut dilambari dengan tebok atau baki dari belabak atau dari tanah liat. Isi takir adalah nasih putih dan sega punar atau nasi kuning serta lauknya Kandungan usia enam bulan, selamatannya: Apem kocor atau srabi, dibuat dari tepung beras diberi santan dan dicolok ragi. Memakannya dibarengi dengan juruh Gula Jawa. Maknanya: srabi putih benihnya Bapak dan juruh merah adalah benihnya Ibu. Kandungan usia tujuh bulan disebut Tingkep. Selamatannya paling lengkap. Mulai dari selamatan satu bulan sampai selamatan sembilan bulan. Untuk tingkepan ini akan diuraikan tersendiri. Kandungan usia delapan bulan selamatannaya: Srabi dan klepon menggambarkan telur bulus atau penyu yang sudah mau menetas Kandungan usia sembilan bulan selamatannya: jenang procot, yang dibuat dari bubur beras diberi gula dan santan, jika sudah setengah matang diberi pisang kapok utuh yang sudah dikupas. Setelah matang di tempatkan pada takir. Maknanya mengharapkan agar bayi yang dikandung lahir dengan mudah, (mak procot) Jika sudah sampai usia kelahiran yaitu sembilan bulan sepuluh hari, diselamati dengan dawet plencing. Menjual dawet untuk anak-anak, uangnya dari kreweng, wingka atau cuwilan gerabah. Dinamakan plencing karena setelah diminum habis terus si bocah plencing lari meninggalkan tempat tersebut. Maknanya agar si bayi 'plencing' segera meninggalkan rahim Ibu. Dawet dibuat dari santan putih, menggambarkan Sperma atau Sukra benihnya Bapak. Juruh gula merah menggambarkan sel telur atau swanita, benihnya Ibu. Cendol bentuknya seperti jentik-jentik kehidupan. Makna pengadaan dawet adalah, ketika benihnya bapak sudah dicampur dengan benihnya Ibu (santan dan juruh) maka akan membentuk jentik-jentik kehidupan (cendol).

Pos Populer